Lihat ke Halaman Asli

Rahmad Agus Koto

TERVERIFIKASI

Generalist

Penyebab dan Tips Mencegah Pikun (Dementia)

Diperbarui: 4 April 2017   16:58

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

13459812451913721140

[caption id="attachment_195190" align="aligncenter" width="527" caption="1. Struktur Otak (Daily Mail)"][/caption]

"Jumlah cara informasi mengalir diantara sel-sel neuron di dalam otak sangat besar sekali, lebih besar dari jumlah bintang di seluruh alam semesta." [Mind].

"Jumlah sel-sel neuron di otak kurang lebih sama dengan jumlah bintang di galaksi bimasakti." [Brain Health and Puzzles]

***

Pikun merupakan suatu kondisi yang cukup memprihatinkan, yang biasanya terjadi pada orang tua lansia. Sungguh tidak mengenakkan bagi yang mengalaminya dan walaupun mungkin tidak menjadi masalah bagi keluarga yang merawatnya, tentunya kita tidak menginginkan hal tersebut terjadi pada diri kita, tidak mau merepotkan keluarga kita nantinya.

Berdasarkan latar belakang ilmu biologi yang saya miliki, disini saya mencoba sharing, memaparkan sebenarnya apa yang dimaksud dengan pikun, penyebab dan tips mencegahnya ^_^

***

Penyebab Pikun

Dementia adalah istilah medis untuk pikun. Pikun bukanlah proses normal dari penuaan, dapat dialami siapa saja dan dari berbagai usia, namun orang tua lansia memang lebih rentan mengalaminya. Tahun 2005, terdapat 24,3 juta orang yang mengalami pikun di seluruh dunia, tahun 2010 jumlahnya meningkat menjadi 35,6 juta (Britannica).

Pikun bukanlah penyakit spesifik, istilah ini merupakan istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan sekelompok gejala (symptoms) yang terdiri dari:

  1. Daya ingat dan kemampuan komunikasi atau bahasa yang menurun drastis.
  2. Gangguan dalam menilai dan berargumen.
  3. Disorientasi dan perubahan tingkah laku.
  4. Gangguan dalam persepsi visual.
  5. Mengalami kesulitan untuk fokus dan memberikan perhatian.

Pikun disebabkan oleh adanya kerusakan pada sel-sel otak yang membuat kemampuan komunikasi antar sel-sel tersebut terganggu. Otak terdiri dari bagian-bagian (regions) yang memiliki fungsi khusus (gambar 1), misalnya bagian kiri hemisphere otak bertanggung jawab dalam kemampuan menganalisis, logika dan bahasa.

Efek pikun terjadi bergantung kepada letak dimana sel-sel otak yang rusak tersebut berada (Gambar 2 dan 3).

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline