Lihat ke Halaman Asli

Langkah Bank Indonesia Tangani Nilai Tukar Rupiah di Tengah Kondisi Pandemi Covid-19

Diperbarui: 1 April 2020   16:38

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ekonomi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Caruizp

Melihat kondisi perekonomian Indonesia yang menjadi dampak dari penyebaran virus corona atau COVID-19, Bank Indonesia memiliki beberapa langkah dari aspek kemanusiaan maupun ekonomi guna mengatasi dampaknya kepada masyarakat, UMKM maupun pelaku dunia usaha.

Koordinasi antara kebijakan moneter dan kebijakan fiskal perlu dilakukan. Bersama dengan Kemenkeu, Bank Indonesia melakukan komunikasi dengan investor global terkait dengan perkembangan ekonomi di Indonesia melalui langkah stabilisasi moneter dan pasar keuangan. 

Bank Indonesia bersama OJK da pemerintah terus melakukan koordinasi terkait penyebaran COVID-19 yang dapat memberi dampak pada perekonomian Indonesia.

Langkah-langkah yang ditempuh Bank Indonesia yaitu penurunan suku bunga kebijakan, stabilisasi nilai tukar rupiah, injeksi likuiditas, mempermudah bekerjanya pasar uang dan pasar valas di luar negeri maupun dalam negeri, relaksasi ketentuan investor asing mengenai lindung nilai dan posisi devisa neto, pelonggaran makroprudensial supaya membuka pendanaan untuk eksportir, importir maupun UMKM.

Bank Indonesia juga menyatakan bahwa terjadi aliran modal asing yang keluar. Dengan jumlah yang cukup signifikan akibat dari penyebaran COVID-19. Hampir seluruh negara juga mengalami hal ini karena terjadi kepanikan para investor karena penyebaran virus yang dinilai cukup cepat. 

Sebelum adanya COVID-19 ini, pada awal tahun dikatahui bahwa terjadi inflow. Namun karena penyebaran virus tersebut sukup besar di Indonesia akhirnya mengakibatkan outflow yang besar pula.

Akan tetapi negara maju seperti Eropa maupun Amerika Serikat dapat mengatasinya hingga akhir Maret karena mereka mengeluarkan kebijakan fiskal maupun kebijakan moneternya. Sehingga kepanikan global ini mulai mereda. 

Dan Bank Indonesia tetap mewaspasai karena perkembangan bisa saja lebih cepat dari yang diperkirakan dan hal ini memerlukan langkah-langkah yang cepat juga. Bank Indonesia juga selalu memastikan bahwa akan selalu berada di pasar guna stabilisasi nilai tukar rupiah.

Bank Indonesia terus memperkuat kebijakannya yakni menstabilkan nilai tukar Rupiah. Karena memang sesuai dengan fundamentalnya dan bekerja dalam mekanisme pasar. 

Perkembangan nilai tukar sejak seminggu terakhir akibat dari tekanan global cukup mereda saat ini, supply dan demand bergerak cukup baik. BI menyatakan bahwa kebutuhan valas selain melalui spot juga dapat dipenuhi dengan transaksi DNDF (Domestic Non-Deliverable Forward). 

Untuk menjaga stabilisasi nilai tukar rupiah, Bank Indonesia memperkuat intensitas triple intervention. Baik melalui spot, DNDF (Domestic Non-Deliveriable Forward), maupun dengan pembelian SBN. Pembelian SBN dari pasar sekunder ini sebesar 172,5triliun (ytd).

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline