Lihat ke Halaman Asli

Review Buku: Mengupas Rahasia Para Blogger Andal

Diperbarui: 18 Juni 2015   03:54

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

14076461461246120573

Judul Buku: Buka-bukaan Ala Blogger Kondang(an)

Penulis: Abdul Cholik, Ade Anita, Akhmad Muhaimin Azzet, dkk

Penyunting: Aisha S. Maharani

Desain Isi: SixmidArt

Desain Sampul: Yuswinardi

Cetakan Pertama: Juli 2014

Penerbit: Sixmidad

Blurb

Blogger adalah enigma, juga anomali. Blogger adalah enigma, pribadi unik yang mengusung nilai-nilai luhur dan kadang melakukan hal-hal baik di luar nalar atau logika formal. Blogger adalah anomali, sebuah deviasi eksistensial yang menembus sekat dan batas-batas nilai yang cenderung diyakini oleh masyarakat oportunis.

Sinopsis

Aktivitas blogging atau yang lebih familiar disebut ngeblog, mulai diminati sejak awal tahun 2000-an. Sebagai salah satu media untuk membiasakan menulis, ngeblog dinilai membawa banyak berkah bagi para penggiatnya atau para blogger. Sebagai contoh, di dalam buku ini dikisahkan pengalaman blogger Haya Aliya Zaki yang mendapat tawaran sebagai narasumber dalam sebuah acara kuliner yang diadakan oleh sebuah perusahaan besar di Indonesia. Kesempatan tersebut hadir berkat ketekunan dan konsistensi Haya Aliya Zaki menulis tentang dunia kuliner.

Beberapa penulis lain dalam buku ini pun merupakan langganan peraih gelar juara dalam berbagai kontes. Abdul Cholik, misalnya, yang kerap memboyong uang maupun gadget keren berkat kepiawaiannya menulis gagasan di blog. Lantas bagaimana agar blogger bisa produktif menghasilkan karya bermutu? Nuzulul Arifin menguraikannya secara detail dan taktis, lengkap dengan jadwal terencana di buku ini.

Terkait pilihan antara penguasaan teori atau praktik, yang manakah yang sebaiknya diprioritaskan, Hariyanto Wijoyo membahasnya tuntas. Kemudian ada Suprihati yang dengan apik mengelaborasi ilmu blogging dan memaparkan betapa blogger dituntut untuk terus mengasah kemampuan dan belajar tiada putus.

Tak selamanya semangat terus berkobar. Adakalanya blogger tiba di titik tertentu di mana kejenuhan melanda atau kebuntuan akan ide segar. Jangan khawatir, Susi Susindra menawarkan resep jitu agar gelora menulis tetap mengalir dan tersalurkan apik dalam blogpost. Ada pula tulisan Cii’ Yuniaty dan Lianny Hendrawati yang berbagi kisah ngeblog mereka di sela kesibukan yang padat dari dua dunia berbeda. Bergabung dalam komunitas dapat menjadi alternatif untuk memperoleh suntikan semangat, sumber ide, dan pengakuan eksistensi blog, seperti yang dikemukakan Sri Wahyuni dalam tulisannya.

Lebih dari peran dan keuntungan di atas, blogger juga bisa menjadi penyeimbang informasi terhadap berita-berita yang beredar di media, khususnya online. Ririe Khayan membocorkan kiat-kiat agar blogger mampu menjadi corong informasi andal sekaligus terpercaya di dunia maya. Nah, jika keterampilan menulis telah terasah dan mumpuni, tak ada salahnya mendobrak pasar pembaca lain, semisal media massa cetak. Akhmad Muhaimin Azzet menuliskan langkah-langkah dan kiat ampuh menembus pangsa pasar baru ini.

Sebagai gong penutup, ada artikel yang menyibak trik untuk menyulap tulisan blog ke dalam bentuk buku, seperti yang dituturkan oleh Ade Anita. Prinsip ngeblog untuk memberikan manfaat, sekecil dan sesederhana apapun itu, disertai niat tulus, adalah makna hakiki dari blogging itu sendiri.

Kandungan Inspiratif Buku

Buku dengan sampul minimalis bernuansa oranye dan putih ini memang tak terlampau tebal. Namun jangan salah, kandungan di dalamnya jauh melampaui ketebalan buku ini sendiri.

Ditulis oleh 13 blogger yang telah diakui secara eksistensi dan prestasi, buku ini sangat sesuai dengan judulnya, “buka-bukaan”. Tiap bab atau artikelnya mampu menjawab berbagai pertanyaan mendasar terkait dunia blogging, di luar teknis pembuatan dan pengelolaan blog.

Isi buku benar-benar mewakili semangat berbagi para blogger, terutama berbagi ilmu dunia blogging. Dengan menyimak pemaparan dalam tiap halamannya, kita seakan ditunjuki langkah-langkah tepat menyusuri jalan blogging. Namun perlu diingat bahwa buku ini bukan sekadar buku pintar membuat dan mengelola blog.

Di dalam buku ini akan dijumpai beberapa istilah yang lekat dengan dunia blogging, contohnya blogger yang menunjuk pada seseorang yang aktif ngeblog, minimal ditandai dengan memiliki uniform resource locator (url) dari halaman 120, atau hiatus yang secara harfiah artinya jeda atau berhenti sejenak dari sebuah kegiatan (halaman 1). Ada pula istilah blogwalking yaitu kegiatan saling mengunjungi antara para blogger dengan meninggalkan komentar sebagai apresiasi atas tulisan (halaman 48). Dummy blog atau blog lama yang berfungsi memberikan backlink bagi blog baru, dijumpai di halaman 13. Giveaway yakni kegiatan yang dilakukan blogger untuk bagi-bagi hadiah, tercakup dalam artikel di halaman 53.

Tulisan favorit saya dalam buku ini berjudul Blogger dan Komunitas oleh Esti Sulistyawati, di mana isinya mengupas rahasia agar sukses saat menceburkan diri ke dalam komunitas blogger (hal. 48). Selain itu tulisan Haya Aliya Zaki dan Ade Anita terbilang sangat menarik, mengisahkan pengalaman pribadi mereka mendulang sukses menerbitkan buku dan menjadi narasumber sebuah acara bergengsi berkat ngeblog (hal. 70 dan hal. 15).

Kutipan-kutipan penjelasan yang perlu saya garis bawahi dari buku ini, antara lain:


  • “...ngeblog itu bukan adu kekuatan atau kecepatan, tetapi lebih banyak adu ketahanan agar eksistensi blognya terjaga.” (hal. 4)
  • “Pada sebuah blog, terdapat banyak sekali karakter yang tertulis, sesuai dengan karakter si empunya blog. Seorang penulis bisa memperoleh gambaran tentang karakter sebuah tokoh jika dia mau meluangkan waktu melakukan pengamatan dengan membaca blog seseorang.” (hal. 21)
  • “Sebagai seorang blogger, sebaiknya Anda selalu punya willingness to learn atau tidak pernah berhenti belajar.” (hal. 69)
  • “Apalah arti ratusan bahkan ribuan artikel jika tak dapat diwujudkan dalam satu monumen? Monumen menulis bagi saya adalah sebuah buku.” (hal. 99)
  • “Blogsphere atau dunia blog bagaikan kawah chandradimuka di mana setiap pelakunya ditempa untuk lebih terampil dalam mengasah, meramu ide, dan kreatif menyajikannya serta menjadi pribadi yang humanis interaktif.” (hal. 124)

Rekomendasi

Buku Buka-bukaan Ala Blogger Kondang(an) ini memang masih menyelipkan sedikit typo di beberapa bagian kalimatnya. Namun dari segi isinya, sangat berbobot, ilmiah, sekaligus mengena dan sesuai untuk semua blogger yang masih gamang akan dunia ngeblog. Dan tinggal bagaimana mengamalkannya bagi para blogger usai membaca buku ini. Saya memberikan 4,5/5 bintang untuk buku jitu ini.




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline