Lihat ke Halaman Asli

Ahmad Mujiyarto

sedang belajar

Sejauh Mana PGP Berdampak Setelah Selesai?

Diperbarui: 3 Mei 2024   09:37

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Input sumber gambar : koleksi pribadi

Salam dan Bahagia.

Bagi Pembaca yang budiman,

Senang rasanya bisa kembali menyapa Anda semua pembaca dalam blog yang sangat keren ini. Blog yang sangat bermanfaat dalam memberikan ruang terbuka bagi siapapun, dan dari latar belakang apapun untuk bisa berkontribusi dalam memberikan informasi, edukasi, dan literasi yang bermanfaat.

Dan menariknya, di kompasiana ini, sudah disediakan halaman dan tema-tema yang bisa digunakan untuk saling berbagi, tentu diharapkan sebagai penulis harus bertanggung jawab terhadap informasi yang diberikan.

Maka saya sangat senang jika menulis itu sesuai dengan kebutuhan (tujuan apa yang akan diharapkan), dan disesuaikan dengan kemampuan tentunya. Menulis bagi sebagian orang itu hal yang mudah, tapi ada pula bagi sebagian orang menulis itu adalah sesuatu yang sulit. Mudah dan sulitnya itu sangat tergantung dengan mindset (pola pikir) dan kebiasaan yang sudah dijalani.

Seperti halnya yang akan saya tulis di kesempatan ini, sesuai dengan dunia saya. Guru SD

Saya ingin mengangkat kembali tentang satu program yang sangat luar biasa dari kementerian pendidikan yaitu Program Guru Penggerak. Saya sangat menyambut dengan senang atas dilaksanakanya program ini. Semangat menuju perbaikan kualitas guru dan pendidikan di negeri yang tercinta ini.

Saya juga tidak tinggal diam, saya juga menyambut antusias dengan mendaftar berbagai program yang disediakan, mulai dari guru penggerak, sekolah penggerak, pengajar praktik, fasilitator, dll. Semuanya ada yang berhasil, dan ada yang belum beruntung sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Saya merasakan semangat dan aura perbaikan kualitas pendidikan itu semakin menguat, seiring dengan implementasi nilai guru penggerak; berpihak pada anak, mandiri, kolaboratif, reflektif, dan inovatif, baik di kelas maupun di komunitas belajar.

Tapi muncul tanda tanya besar dalam hati saya, murni, setelah saya berhasil mengamati beberapa kebiasaan yang tidak baik dari sebagian pendidik.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline