Debat pamungkas Pilpres 2024 yang diselenggarakan pada tanggal 4 Februari 2024 mencatat momen krusial dalam pertarungan akhir antara tiga kandidat utama: Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan.
Sebagai calon presiden, Prabowo memperlihatkan dirinya dengan penuh keyakinan dan pengalaman yang mendalam. Dalam pernyataannya, Prabowo memancarkan aura kepemimpinan yang tangguh, menunjukkan penguasaan materi yang mendalam serta kemampuan luar biasa dalam memimpin.
Dalam debat tersebut, Prabowo memberikan gambaran yang kuat terkait visi dan misinya untuk masa depan negara. Dengan gaya yang teguh, ia menguraikan rencananya dalam berbagai sektor, dari ekonomi hingga pendidikan, dengan argumentasi yang kokoh dan rinci. Penguasaan materi yang ditunjukkan oleh Prabowo memberikan kesan bahwa ia telah mempersiapkan dirinya secara baik dan mendalam untuk menanggapi setiap tantangan yang mungkin dihadapi oleh negara.
Selain itu, pengalaman Prabowo dalam kepemimpinan turut menjadi modal utama yang diungkit dalam debat tersebut. Ia mampu menyampaikan pengalaman-pengalaman kritisnya secara jelas, menjelaskan bagaimana pengalaman tersebut membentuk visinya untuk membawa negara ke arah yang lebih baik.
Hal ini menciptakan kesan bahwa Prabowo tidak hanya memiliki wawasan, tetapi juga kebijakan konkret yang dapat diimplementasikan.
Dalam keseluruhan penampilannya, Prabowo berhasil menunjukkan dirinya sebagai pemimpin yang kuat dan berpengalaman, siap mengemban tanggung jawab sebagai pemimpin negara.
Pada titik ini, debat pamungkas tersebut memberikan gambaran yang kuat kepada pemilih terkait potensi kepemimpinan Prabowo, memperkuat posisinya sebagai salah satu kandidat utama dalam Pilpres 2024.
Meskipun demikian, di sisi lain, Prabowo tampaknya kurang menunjukkan gagasan inovatif dan terkesan terkungkung pada program-program yang sudah ada. Kritik ini menjadi terlihat ketika ia membahas strategi mengatasi stunting dan meningkatkan kualitas pendidikan.
Dalam hal ini, Prabowo lebih menitikberatkan pada program-program yang telah ada sebelumnya, daripada menyajikan solusi-solusi baru yang memberikan kesan segar dan berbeda.
Pada saat membahas isu-isu kritis seperti stunting, diharapkan seorang kandidat dapat menyajikan pendekatan yang inovatif untuk menanggulangi permasalahan tersebut.