Hidayah seperti apa yang seharusnya didapat di bulan Ramadhan? Banyak orang mencari hidayah. Apalagi menjelang akhir Ramadhan seperti ini. Setelah melewati pertengahan Ramadhan seharusnya kita semakin sibuk untuk menemukan hidayah Allah untuk membuat hidup semakin baik.
Hari ini saya memasuki puasa ke 19 di bulan suci Ramadhan. Jam menunjukkan 23.25 menit ketika saya memulai menulis artikel ini.
Saya baru sampai rumah sehabis dari masjid, kemudian menyempatkan diri untuk berbagi inspirasi melalui blog ini.
Tadi saya memberikan kelas AMC online ke seorang bapak dari Cinere, Jakarta Selatan. Pengalaman bapak tadi ada hubungan dengan judul artikel ini. Yaitu tentang hidayah yang sesungguhnya di Bulan Ramadhan.
Arti dari Hidayah
Kita harus tahu dulu apa arti dari hidayah. Dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), arti hidayah adalah petunjuk dari Tuhan. Tentu yang namanya petunjuk dari Tuhan bukan berarti ada surat dari langit, atau ada email dari langit.
Petunjuk dari Tuhan bisa hadir dari berbagai cara, melalui kejadian, melalui orang juga bisa. Peserta kelas AMC online hari ini tadi, mengenal AMC dari temannya yang sudah lebih dulu belajar AMC.
Bapak ini cerita ke temannya ini bahwa dia setiap berbisnis pasti ketipu. Mencoba bisnis baru pasti ada saja halangannya. Padahal kata si bapak ini, dia rajin ibadah, rajin puasa, rajin sedekah, ke orang tua juga perhatian. Si temannya mengatakan ke bapak ini "ada yang salah di pikiranmu, coba baca buku 10 keajaiban pikiran dulu. Terus belajar AMC"
Hidayah Itu Bermula dari Pikiran
Hidayah itu masuk ke diri manusia melalui Pikiran kita. Masuknya bisa dari sumber manapun. Bapak tadi ketika selesai kelas, saya bertanya ke beliau "apa yang bisa bapak pahami dari belajar hari ini?". Bapak ini menjawab