Lihat ke Halaman Asli

Agus Sastranegara

bukan pujangga, hanya pemuja kata

Flash Sale ala Xiomi, Menguntungkan atau Merugikan?

Diperbarui: 1 Maret 2018   20:38

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ekonomi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Caruizp

Sebelum lebih jauh membahas tentang metode flash sale, penulis akan menjelaskan sedikit apa yang dimaksud dengan "flash sale". Flash sale berasal dari bahasa Inggris yang artinya jual cepat, atau sebuah kegiatan jula beli dengan waktu yabg singkat dan ditentukan waktunya oleh pihak reseller(penjual). Akhir-akhir ini kita mulai terbiasa dengan kata ini, produk yang sering dijual menggunakan metode ini adalah handphone dari negeri tirai bambu yaitu merk Xiomi. 

Siapa yang tidak mengenal brand satu ini, awal kedatangannya yang masuk ke Indonesia melalui metode flash sale dan tidak dijual bebas. Pihak Xiomi ini menjalin kerjasama dengan berbagai toko online yang semakin menjamur dewasa ini. Kita sebut saja Lazzada, Shopee yang telah diberi kepercayaan untuk menjual ptoduknya secara ekslusive.

Metode ini ternyata mendapat tanggapan yang baik di oleh masyarakat Indonesia. Produk pertama yang dijual pada waktu itu adalah Redmi 1s dengan harga yang terjangkau. Perusahaan yang berasal dari Cina ini pasti memahami bagaimana kondisi dan kecenderungan pasar di negara kita. Orang Indonesia umumnya menginginkan barang dengan harga yang murah, akan tetapi dengan spek yang bagus. 

Apabila dibandingkan dengan produk lain dengan harga yang sama, handphone ini diatas rata-rata dan menawarkan keunggulan diantara pesaingnya. Bakhan, ada yang mengatakan bahwa merk ini adalah "penghancur harga pasar". Sebagai brand baru yang ingin bersaing dengan berbagai merk yang sudah lama ada di Indonesia seperti Samsung, Lenovo, Asus tentu harus mempunyai trik agar produknya dapat bersaing dengan pemain lama.

Setelah berhasil melakukan flash sale Redmi 1S, diikuti oleh varian-varian lainnya dengan tentunya masih menawarkan harga yang terjangkau. Beberapa bulan kemarin kita dibuat geleng-geleng kepala ketika Xiomi meluncurkan varian yang murah yaitu Xiomi 5A dengan harga "hanya" Rp.999.999. 

Siapun akan tergiur dengan harga minimalis yang ditawarkan dengan kempuan dan spesifikasi lumayan. Sepertinya pihak Xiomi sudah dapat meramalkan bahwa varian baru ini akan meledak dipasaran. Benar saja, setiap kali diadakan flash sale, barang tersebut habis terjual hanya dalam hitungan menit. 

Dengan terpaksa, para pembeli pun harus kecewa arena tidak mendapatkan barang yang diincarnya. Adapaun cara agar bisa mebgikuti flash sale ini adalah dengan mendaftarkan email kita terlebih dahulu agar mendapat prioritas nantinya. Antusiasme yang begitu tinggi membuat setiap diadakan false sale selalu penuh bahkan biasanya lima menit menjelang waktunya server akan down karena diserbu calon custumer secara bersamaan. Hal tersebutlah yang menimbulkan kekecewaan dari oara calon pembeli.

Bulan Februari kembali Xiomi membuat kejutan dengan meluncurkan produk teranyarnya yaitu Redmi 5 dan Redmi 5plus. Dengan cara yang sama, Xiomi menjual handphonenya. Walau tidak bisa dikatakan murah yaitu berkisar Rp.1.899.000-an dengan spek paling bawah yaitu versi ram 2/16gb. 

Akan tetapi dari fitur yang ditawarkan dan berbagai kelebihan harga tersebut sepertinya tergolong murah, sehingga pembeli pun seakan terhipnotis oleh produk baru ini. Bersamaan dengan keluarnya produk baru ini, walaupun masih diadakan flase sale untuk redmi 5A, tetapi sudah bisa didapatkan dipasar offline atau dikonter terdekat akan tetapi tentunya dengan harga yang lebih tinggi.

Sebenarnya apa sih keuntungan dan kerugian bagi konsumen dalam flase sale seperti ini? Keuntungannya adalah dari segi harga, dengan metode flase sale ini harga yabg ditawarkan cenderung murah dan pastinya bergaransi nasional. Sedangkan, kerugian bagi konsumen adalah kita diharusnya menunggu jam tertentu uhtuk bisa mengikuti flash sale ini. 

Bahkan ada yang sudah bersiap satu jam sebelum dimulai, dan belum tentu bisa mendapatkan barangnya karena persaingan yang begitu ketat. Dalam penjualan metode ini, barang yang ditawarkan tidak banyak dan dkbatasi. Apabila kita mempunyai waktu yang luang, tidak ada salahnya iseng-iseng menyempatkan mengikutinya akan tetapi jika kita sibuk dan jam kerja mungkin ini bisa merugikan kita. Keuntungan launnya adalah selain mendapat barang yang bergaransi nasional, jarak antara harga di falsh sale dengan dicounter anntinya bisa naik lebih mahal dengan rentan Rp 200.000 keatas, lumayan kan uang segitu sudah bisa memebeli barang lainnya. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline