Lihat ke Halaman Asli

agus siswanto

tak mungkin berlabuh jika dayung tak terkayuh.

Candi Retno, Peninggalan Kerajaan Mataram Hindu Paling Unik di Magelang

Diperbarui: 12 Juli 2024   11:35

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Candi Retno dengan struktur batu bata berbeda dengan candi pada umumnya (Sumber gambar: 1001indonesia.net)

Wilayah Magelang boleh bilang disebut sebagai Negeri Seribu Candi. Sebab, puluhan candi dapat ditemukan di wilayah Magelang mulai dari candi-candi besar maupun candi kecil atau candi desa.

Jika mau diambil garis lurus, rangkaian candi tersebut bisa dimulai dari wilayah Wonosobo. Setelah dari Magelang memanjang terus hingga wilayah Sleman dan perbatasan Klaten.

Hal ini menunjukkan bahwa kemungkinan besar wilayah Kerajaan Mataram Hindu sepanjang candi-candi tersebut. Namun patut disayangkan hingga saat ini belum ditemukan pusat Kerajaan Mataram Hindu.

Dari puluhan candi yang ada di wilayah Magelang, Candi Retno menduduki posisi yang paling unik. Tidak seperti candi yang lain, Candi Retno diduga masuk kategori candi desa. Dalam artian candi tersebut hanya digunakan untuk peribadatan warga sekitar.

Candi Retno berada di Desa Candiretno, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. Kalau dicapai dari pusat kota Magelang hanya sekitar 6,5 kilo meter, sekitar setengah jam untuk mencapainya.

Penamaan sebagai Candi Retno sendiri sampai hari ini belum diketahui sebabnya. Sebab desa di mana candi tersebut berada adalah Desa Candiretno. Sehingga muncul keraguan penamaan candi tersebut adalah karena lokasinya, atau sebaliknya. Namun dugaan yang mungkin adalah penamaan candi diambil dari Lokasi di mana candi tersebut berada.

Keunikan Candi Retno adalah dari segi material yang digunakan. Candi Retno dibangun dari batu bata, bukan batu andesit. Jika ada batu andesit hanya pada yoni yang masih ada di Lokasi tersebut. Yoni sendiri merupakan lambang dewa Syiwa bersama lingga. Sayang lingga tidak ditemukan di tempat itu.

Yoni, satu-satunya lambang Dewa Syiwa yang masih ada di Candi Retno (Sumber gambar: dokumen pribadi)

Bangunan Candi Retno berada di tengah-tengah pemukiman. Bahkan jalan masuk ke Lokasi berupa lorong sempit di antara rumah warga.

Candi yang ditemukan pada tahun 1976 oleh penduduk setempat, ditemukan sudah tidak utuh lagi. Saat penemuan Candi Retno hanya menyisakan bangunan tangga masuk, pondasi luar bagian kaki, dan pondasi dalam. Adapun atap maupun badan candi sudah tidak ada lagi.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline