Makassar - Wilayah sekitar Antang, Borong, dan Todopuli di Makassar, saat malam tiba, seringkali menjadi saksi dari aksi berkeliarannya hewan ternak yang menyebabkan kekacauan di sekitarnya. Dalam insiden yang berulang, tempat sampah warga, pagar, bahkan kendaraan, menjadi korban dari keberanian hewan ternak yang lepas.
Meski telah ada peraturan yang melarang hewan ternak berkeliaran, penegakan aturan tersebut tampaknya masih belum memadai. Pak Ardi, seorang pemilik kost di Daerah Borong Raya, mengeluhkan, "Setiap pagi, kami selalu dihadapkan pada pemandangan tempat sampah yang berserakan di sepanjang jalan." Sementara itu, Apri, seorang mahasiswa penghuni kost di daerah yang sama, menambahkan, "Pulang larut seringkali menjadi tantangan, dengan sapi-sapi yang menghalangi lorong dan memaksa kami mencari jalan alternatif."
Berkeliarannya hewan ternak tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga berdampak pada kualitas makanan sapi. Muncul pertanyaan serius terkait kesehatan dalam proses penyembelihan, dengan adanya luka-luka pada tubuh sapi yang diduga akibat ulah seorang warga.
Masyarakat setempat menyoroti kurangnya perhatian pemerintah terhadap isu ini, meskipun sudah ada regulasi yang mengatur larangan berkeliarannya hewan ternak. Diharapkan agar pemerintah segera mengambil tindakan yang lebih tegas untuk menangani masalah ini demi menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah sekitar Antang, Borong, dan Todopuli.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H