Lihat ke Halaman Asli

Ceritamakvee

Agata Vera

Merdeka di Nagoya

Diperbarui: 18 Agustus 2017   07:33

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dokumen pribadi

Makanan bukan hanya sekedar sebagai pemuas perut belaka. Bagi saya makanan adalah media. Media mengenali hal-hal baru.Karena makanan itu khas, setiap makanan yang kita pilih memancing kita untuk mengetahui daerah asalnya. Kemudian membuat kita mencocokkan dengan letak geografi, iklim di daerah itu dan sebagainya. 

Hal ini menjadi latar belakang makanan itu ada dan kemudian menjadi terkenal dan khas. Salah satu contohnya adalah gaplek atau ketela yang dijemur hingga putih lalu diolah menjadi makanan bernama gatot dan thiwul. Ketela menjadi pilihan tanaman yang ditanam karena wilayah Gunungkidul adalah wilayah yang sulit air.

Tanahnya kering menyebabkan ketela lebih cocok hidup dan berkembang dibandingkan padi. Makanan juga media saya untuk bisa bersukaria bersama teman-teman. Melepaskan kepenatan kerja, mengobrolkan rasa makanan, saling mengejek, hingga saling berbagi dengan saling  icip-icip makanan yang dipesan.

Makanan ternyata bisa menjadi pemersatu, karena makanan kini telah menjadi gaya hidup.  Banyak kawula muda yang senang mencoba makanan dari negara lain. Ditambah lagi kuliner di kota Jogja yang menjamur membuat anak muda dengan mudahnya menemukan berbagai kuliner yang ingin mereka coba. Salah satu yang cukup tenar adalah ramen dan sushi. Makanan Jepang ini bisa dibilang makanan yang banyak dicari. Selain karena outlet sushi dan ramen mudah ditemukan. 

Bahan-bahan mentah maupun yang siap saji dapat ditemukan di supermarket terdekat. Kali ini saya mengunjungi salah satu outlet Nagoya Japanese Fusion Resto. Ada 6 fakta menarik berdasarkan pengalaman saya pribadi yang bisa kamu dapatkan untuk meraih kemerdekaanmu ketika berada di Nagoya Japanese Fusion Resto ssst fakta nomor 6 akan membuatmu geleng-geleng kepala.

Fakta 1 Lupakan Diet

Dokumen pribadi

Ketika kamu punya niatan untuk makan ramen. Lupakan diet lupakan semua. Diet adalah hal yang membuatmu tidak merdeka. Karena diet membatasimu makan. Membuatmu pilih-pilih terhadap makanan.

Di Nagoya Japanese Fusion Resto semua makanan berukuran besar, jadi merdekakan dirimu untuk lebih banyak melihat makanan cantik, lebih banyak mengunyah, dan lebih banyak tersenyum. Karena makan dengan tertekan tidak baik untuk kesehatan jiwa dan ragamu.Makanlah dengan gembira.

Fakta 2 Ramen yang Mempersatukan

Dokumen pribadi

Dari awal kedatangan saya di Nagoya Japanese Fusion Resto. Saya melihat 4 orang anak muda yang sedang makan bersama, mereka memesan ramen. 1 perempuan menggunakan jilbab, 1 lagi perempuan nampak cuek berambut keriting berkulit gelap, khas Melanesia, berasal dari Papua, 1 laki-laki berkacamata nampak bicara seenaknya namun sangat ramah, dan 1 lagi laki-laki yang sibuk telpon sana-sini macam pebisnis kelas kakap, berkacamata kulitnya putih matanya sipit. 

Mereka merdeka sekali, mengobrol dan bercanda. Saya melihat wajah Indonesia, mereka makan bersama, mengobrol asyik. Bahkan saling comot sana-sini mencicipi makanan milik temannya. Semua bisa didiskusikan sambil makan.

Fakta 3 Semangkuk Ramen Melambungkan Angan Bersama Naruto

Dokumen pribadi

Saya berkenalan dengan ramen karena secara tidak sengaja menonton tayangan kartun yang sedang ditonton oleh keponakan saya. Yap! Tepat seorang bocah berbaju kuning yang doyan melahap ramen, siapa lagi kalau bukan Naruto. Saya pun jadi penasaran rasa mie ramen. Sempat saya lamunkan Naruto si pemakan ramen ada duduk di dekat saya menikmati ramen bersama. Merdekakan imajinasimu!

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline