Lihat ke Halaman Asli

Adica Wirawan

TERVERIFIKASI

"Sleeping Shareholder"

Bisa Tetap "Santuy" Meski Kurs Dollar Tembus Rp16.000?

Diperbarui: 20 Maret 2020   18:00

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

kurs dollar terhadap rupiah/ sumber: kompas.com

Saat berkunjung ke sebuah bank pada pagi ini, mata saya seolah "susah" lepas dari layar komputer yang memperlihatkan pergerakan nilai tukar mata uang asing. Maklum, kemarin kita sempat "dihebohkan" dengan kabar bahwa kurs Dollar terhadap Rupiah sudah menyentuh angka 16.000-an.

Meskipun pada hari yang sama, Bank Indonesia mengumumkan pemangkasan sukubunga acuan sebesar 25 poin, namun ternyata hal itu belum mampu mendongkrak kinerja Rupiah. Alhasil, Rupiah pun "terkapar" di bawah keperkasaan Dollar.


Makanya, pada hari ini pun, saya merasa penasaran apakah Rupiah akan melanjutkan pelemahan atau sebaliknya. Bagi saya, informasi ini cukup penting, mengingat nilai tukar Rupiah terhadap Dollar sangat berpengaruh kepada pergerakan IHSG. Buktinya, saat kemarin Rupiah "tumbang", IHSG pun ikut "rontok" hingga 5%.

Jika tren pelemahan tadi terus berlanjut, tentu saja itu akan menjadi kabar buruk, terutama bagi lembaga yang mempunyai banyak utang dalam Dollar dan para importir yang terpaksa mengeluarkan dana ekstra untuk mendatangkan produk dari luar negeri.

Hal ini bisa menjadi beban yang sangat berat, mengingat perekonomian juga sedang ditimpa berbagai masalah, seperti teror Virus Corona dan perang minyak antara Arab Saudi Dan Rusia.

Boleh jadi, kalau berlangsung cukup lama, kasus ini bisa membikin sejumlah perusahaan "kolaps" dan banyak karyawan dirumahkan. Hal ini adalah "skenario terburuk" yang mungkin saja terjadi, dan tentu kita berharap bisa terhindar dari "skenario" tersebut.

Apabila ditelusuri akar masalahnya, sebetulnya hal ini bisa terjadi lantaran adanya Virus Corona. Penyebaran Virus Corona yang sudah ditingkatkan statusnya menjadi "pademi" ini ternyata menyebabkan banyak sekali kekacauan di sejumlah sektor. 

Ekonomi jadi amburadul, masyarakat terserang kepanikan, dan pasar keuangan ambyar sangat dalam.

Perlombaan Menemukan Vaksin Corona

Untuk mengatasi persoalan ini, kuncinya sebetulnya sederhana: Vaksin Corona. Asalkan bisa menemukan vaksin tersebut secepat mungkin, bisa dipastikan, kepanikan akan mereda, dan kondisi akan pulih secara bertahap.

Makanya, sekarang sejumlah ilmuwan dari berbagai negara terus "berpacu" dengan waktu untuk menemukan formula vaksin yang jitu untuk mengobati Corona. Setelah para ilmuwan melakukan penelitian tanpa kenal lelah sejak wabah virus terus menyebar ke berbagai penjuru dunia pada awal 2020, kini mulai muncul sebuah "titik cerah".

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline