Selesai sholat Isya tadi, ke (belum) pastian tentang kapan Idul Fitri tahun ini membuat jamaah masjid ragu plus bingung. Kita diuji dengan keraguan dan kegalauan, apa yang harus kita lakukan. Dan dalam situasi genting, takmir masjid mengambil keputusan bijak yang ternyata insyaalloh akurat dan tepat.
Keputusan itu adalah, sholat taraweh tetap di lakukan, ini salah satu amalan Ij'tihat , bila yang kita lakukan salah kita tetap mendapatkan satu pahala, namun bila yang kita lakukan ternyata benar, insyaalloh sepuluh pahala kita dapatkan (demikian antara lain isi khiotbah taraweh) tadi. Jadi keputusan mematahkan keraguan semacam itu sungguh sama sekali tidak ada ruginya.
Urusan penentuan Idul Fitri, kebiasaan kami adalah mengikuti Ulil Amri (pemerintah), Nabi SAW mengajarkan agar urusan2 untuk kasmaslahatan orang banyak kita ikuti saja Ulil Amri, benar salah nya biarlah pemerintah berurusan dengan Alloh.
Dalam khotbah terakhir ramadhan tadi, harapan untuk bertemu ramadhan tahun depan menjadi kata kunci, agar umur kita dipanjangkan Alloh SWT salah satu sarannya adalah dengan cara kita syukuri umur kita. Kita manfaatkan umur kita. Kita pantas bersyukur bahwa sampai hari ini atas izin Alloh kita masih bisa bernafas, masih bisa mendo'akan orang tua kita, masih bisa mendoakan sanak saudara2 kita, baik yang sehat maupun yang sakit.
Point nya, syukuri bahwa sampai hari ini kita masih diberi nafas, agar nafas kita dipanjangkan Alloh, alias mendapat gratisan panjang umur dari Alloh, agar kitas dapat menjumpai ramadhan tahun depan.
Amin ya rabbil alamin.
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1432H, TAKABALALLAHU MINA WA MINKUM
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H