Lihat ke Halaman Asli

ABDURROFI ABDULLAH AZZAM

Intelektual Muda, Cendikiawan Pandai, Dan Cinta Indonesia

Mindset "Walikota Titipan Istana", Gibran Salah Satunya

Diperbarui: 22 Juli 2020   05:35

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Foto : Gibran sebagai wali kota titipan istana pada pilwakot solo. 22 Juli 2020. kompas.com

Mindset tentang walikota titipan harus dimasukan karena dalam peraturan perundang-undangan kepala daerah yang berlaku tidak mengenal adanya istilah walikota titipan istana. Ini muncul karena adanya permohonan dari Gibran, anak biologis dari Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) menuju kekuasaan di solo.

Jangan"kumat" lagi seperti keluarga cendana. Politik dinastis dan sentimen negatif.

Di suatu zaman reformasi keluarga jokowi gila-gilaan dalam kesempatan berkuasa untuk membuka kesempatan keluarga mengajar kedudukan. Gibran korbankan harga diri, menjadi lupa diri untuk keuntungannya pribadi. Tiada tempat bagimu orang yang jujur namun tempat hanyalah bagimu, titipan istana. Suramlah demokrasi, suramlah etika pejabat, dan yang sukses titipan istana.

Mengubah mindset “Walikota Titipan Istana” untuk mengubah nasib di Indonesia

Alur pengajuan usul  Mindset Walikota Titipan Istana  tidak jauh beda dengan proses pengajuan usul calon walikota ke dalam suatu pemilihan walikota yang melewati mekanisme dan tahapan-tahapan tertentu melalui PDI-Perjuangan. Meski tidak sesuai dengan etika, jika Gibran berselancar menggunakan jelajah oligarki  dengan kata kunci  akan ditemukan banyaknya politik dinasti.

Rekomendasi pindah kartu keluarga, ide orang rendah akal. Gibran adalah anak biologis jokowi dan iriana.

Jika  demikian  halnya,  maka  tiada  ada  alasan  bagi  Gibran untuk  tidak  memanisfestasikan  etika  pemerintahan  dalam  pelaksanaan  pilwakot solo. Adanya pelanggaran etika  dilakukan  oleh  Gibran  berlangsung  merupakan sebuah  keniscayaan.  Oleh  karena  itu  integritas  proses  dan  integritas  hasil  dalam pemilihan wali kota solo jangan ternodai hanya dikarenakan  adanya  praktik  politik  dinasti.

Kontrak politik dinasti jangka panjang merusak  demokrasi pancasila perspektif etika pemerintahan.

Dengan demikian peneggakan  etika  penyelenggaraan  pemilihan wali kota solo untuk mencegah konflik kepentingan dan melindungi  integritas pemerintah di Indonesia. Indonesia  menggunakan Pancasila.  Oleh  sebab  itu  pula  seorang  wali kota tidak menggunakan mindset Walikota titipan istana, Gibran salah satunya dalam politik dinasti di Indonesia. Keluarga jokowi sedang menodai mindset demokrasi dan pancasila di Indonesia.




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline