Lihat ke Halaman Asli

Abdurrofi

Penyuka Kopi dan Investasi

WhatsApp sebagai Senjata Ampuh Makzulkan Presiden Wanita Pertama Brazil

Diperbarui: 14 Januari 2021   14:47

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Presiden Wanita Pertama Brazil, Dilma Roussef dimakzulkan oleh senjata politik (WhatsApp). Foto : Latin America News/Anna Dobbie

Dilma Roussef sebagai presiden wanita pertama Brazil dimakzulkan melalui reportoar WhatsApp oleh Wakil Presidennya Michel Temer. Ia menjadi objek dari daftar rencana permainan sandiwara atau peran yang telah dipersiapkan dan dipelajari oleh Michel Temmer. Tidak diam, Presiden Dilma Roussef serang balik melalui reportoar WhatsApp menangkal isu pemakzulan dengan sebutan kudeta dan ancaman stabilitas negara.

Apa yang dimaksud reportoar WhatsApp?

Foto :CNBC Indonesia/ Roy Franedya

Dikutip dari Repertoires of communication in social movement processes dalam buku "Bart Mediation and Protest Movements". Istilah reportoar dalam ilmu komunikasi (Mattoni, 2013 : 47) menunjukkan seperangkat praktik media aktivis yang mungkin dibayangkan oleh para pelaku gerakan sosial dan kemudian berkembang baik dalam tahap mobilisasi laten maupun yang terlihat, untuk menjangkau aktor sosial yang diposisikan baik di dalam maupun di luar lingkungan sosial dalam pergerakan lingkungan.

Istilah reportoar WhatssApp dapat didefinisikan Abdurrofi A. Azzam (2021) dalam ilmu komunikasi politik menunjukkan seperangkat praktik media sosial  berupa WhatsApp oleh para pelaku politisi dan gerakan sosial dan kemudian berkembang baik dalam tahap mobilisasi laten maupun yang terlihat, untuk menjangkau aktor sosial yang diposisikan baik di dalam maupun di luar lingkungan sosial dalam pergerakan lingkungan pemerintahan.

Bagaimana Pergerakan isu Lingkup Pemerintahan Brazil?

Sumber foto : WhatsApp.com/istimewa (Screenshoot)

Wakil Presiden Brazil Michel Temer merangkul beragam repertoar aksi yang memperkuat koneksi antara kolektivitas online dan spontan dengan gaya interaksi khusus yang dibentuk pada upaya menjadi sesuatu berguna aplikasi whataspp dan tindakan, termasuk aksi unjuk rasa, yang terjadi di platform digital lain maupun secara offline.

Presiden Brazil Wanita Dilma Rousseff di Brasil saat itu bahwa WhatsApp menggunakan Whatsapp untuk memobilisasi melawan kudeta dalam grup WhatsApp United Against the Coup. Ini termasuk aksi unjuk rasa, yang terjadi di platform digital lain maupun secara offline menolak kudeta dengan arus informasi yang dianggap hoaks.

Informasi yang sesungguhnya tidak benar, tetapi dibuat seolah-olah benar adanya dalam grup WhatsApp presiden sedangkan dalam grup wakil presiden terdapat dugaan isu kemerosotan ekonomi, korupsi dan manipulasi anggaran. Konsolidasi kedua grup WhatsApp berbeda ini membentuk polarisasi kubu anti-kudeta dan kubu anti-korupsi.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline