Lihat ke Halaman Asli

abdul jamil

selalu belajar

4 Tips Menjadi Mentor PBAK/Ospek Versi 4.0

Diperbarui: 14 Agustus 2023   08:42

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Foto PMII Kom IAIN P.Raya Sedang Aksi. (Dokumen foto Milik Faiqul Marom)

Bagi aktifis kemahasiswaan baik di ormawa eksternal atapun internal kampus, akan sangat bangga jika berhasil menjadi panitia PBAK/ Ospek yang diadakan oleh kampus

Sebab dengan menjadi salah satu panitia pada kegiatan dimaksud, maka dia akan memiliki panggung dalam mengepresikan diri, pengetahuan dan pengalamn yang didapat selama kuliah dan menjadi kaka tingkat di kampus

Tak jarang para "senior" atau kaka alumni yang sudah selesai kuliah turut "mengintervensi" proses kegiatan PBAK/Ospek. Sebab kegiatan ini menjadi momentum bagi banyak perkumpulan baik organisasi ataupun komporate untuk mengenalkan lembaganya

Maka tidak mengherankan jika dalam pelaksanaan kegiatan PBAK atau dahulu biasa disebut ospek, akan ramai diminati oleh para mahasiswa yang ingin menjadi panitia (Organizing Committee), menjadi penasehat kegiatan (Steering Committee) bahkan menjadibm pengisi materi dalam kegiatan dimaksud

Setelah berhasil dan bergabung di kepanitiaan baik pada OC atapun SC pada kegiatan PBAKA, biasanya para kaka tingkat (terkadang) disebut mentor, dalam mengeplorasikan diri saat kegiatan bisa over Lap, sehingga keberadaan kaka tingkat atau mentor ini justru menjadi problem bagi para mahasiswa baru

Maka sebagai panitia, penasehat ataupun narasumber bagi adek-adek mahasiswa baru, perlu dipahami beberapa hal dan aspek agar keberadaan para mentor ini menjadi solusi yang bermanfaat bagi para mahasiswa baru

Berikut beberapa hal yang baik untuk dimiliki dan dikuasai oleh para kaka tingkat atau mentor yang patut untuk diketajmhui dan dimiliki, terkhusus bagi mereka yang studi di IAIN Palangka Raya

1. Pahami tugas mentor (OC, SC dan Pemateri)
kaka tingkat atau mentor bertugas untuk membimbing teman-teman mahasiswa baru. Maka sebagai mentor harus paham makna dari kalimat membimbing, mengajari, menghakimi

Jika 3 kalimat diatas seorang kkaa tingkat yang didaulat menjadi mentor tidak paham dan mengerti secara makna dan esensinya sebaiknya dua tidak boleh menjadi mentir, sebab bisa berbahaya

2. Posisikan diri sebagai teman.
Mentor harus bersikap bersahabat, ramah dan informatif. Seorang mentor untuk bisa memberikan peran maksimal langkah awal yang harus diterapkan haruslah bersikap penuh persahabatan dengan para mhasiswa baru

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline