Lihat ke Halaman Asli

Abdul Rozak

Menjadi Manusia yang memanusiakan

Sifat Kodok dalam Dunia Kerja

Diperbarui: 25 Mei 2022   04:53

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Worklife. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Orang Bekerja untuk mendapatkan uang supaya bisa menafkahi diri sendiri dan keluarga bagi yang sudah--. Tapi terkadang ada yang berlebihan menumpuk kekayaannya dengan menghalalkan segala cara seperti katak berenang yaitu ke atas menjilat, ke samping menyikut, ke bawah menginjak. Seandainya kesuksesan itu diraihnya mungkin tak bisa langgeng karena cepat atau lambat akan tergilas oleh mereka-mereka yang bekerja secara profesional dan bermoral.

Politik tidak hanya dalam Istana & Parlemen bahkan dalam dunia kerja itu bisa terjadi, apapun yang berkaitan dengan relasi kuasa pasti ada politiknya. Politik adalah sifat alamiah yang kita miliki sebagai manusia.

Dalam bukunya "Political at office" karya Machiaveli seorang ahli politik dalam sejarah eropa, dikenal dg nasihat2 nya yg dianggap licik, tapi ternyata efektif dalam meniti karier politik dan "bermain" politik. Dari sisi moralitas bisa jadi dogma2 dari Machiaveli dianggap sebagai suatu hal yg tidak bermoral , namun berbeda pandangan dari sisi politik praktis.

Disitu dijelaskan ada penelitian psikologis di Amerika, yg meneliti karakteristik perusahaan dari sisi psikologis,ditemukan bahwa perusahaan adalah makhluk yg psikopat dengan dasar "business is business, ethics is another story"

 ; ingin menang sendiri, cari untung yg banyak , tak peduli dg yg lain dan berbagai karakter negatif lain nya. Karakter perusahaan yg seperti itu, akan klop sekali dengan para pekerja yg memiliki karakter "Katak"

Politik di kantor membuat yang benar menjadi salah dan sebaliknya. Padahal seharusnya di kantor menjunjung profesionalisme kerja.

Tips Supaya Tenang Bekerja Hindari : Mem-bully rekan kerja, Menusuk dari belakang, Suka bergosip, Tidak berkontribusi apa pun kepada tim, "lempar batu, sembunyi tangan, tuding orang"/fitnah, "melempar lumpur ke wajah orang lain"/membuat seseorang menjadi 

public enemy, "menggunting dalam lipatan"/strategi untuk menggerogoti dari dalam mirip dengan strategi kuda troya,"ayam punya telor, sapi yang mendapat nama"/ mengatas namakan/plagiat/mengklaim, "mencari kambing hitam"/menyelamatkan diri dari sebuah kesalahan yang dilakukan, melakukan penyanderaan/black mail/pemerasan/ancaman, Karakter Kodok (menjilat atasan, menyikut rekan, menginjak bawahan).

Kita jangan melakukannya, tetapi kita juga jangan sampai jadi korban! Semoga kita senantiasa dijauhkan dari karakter "kodok" dan berada pada jalur yang benar dan diridhoi Tuhan dalam segala pikiran,ucapan dan tindakan kita. Amiin.




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline