Lihat ke Halaman Asli

Abanggeutanyo

TERVERIFIKASI

“Besar, ternyata ada yang lebih besar, sangat besar, terbesar, super besar, mega besar dan maha besar.”

Kepergian Pak Pi'i di Persimpangan Perbedaan Semakin Dalam, Selamat Jalan Buya

Diperbarui: 27 Mei 2022   21:56

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Keserhanaan buya Syafii Maarif. Sumber gambar : Suara.com

Sebagian orang mengenalnya sebagai Prof. Dr. H. Ahmad Syafii Maarif mantan ketua umum pusat Muhammadiya (1998 - 2005). Namun siapa sangka pak Pi'i (sebutannya saat sekolah rakyat) seorang anak kampung dari desa Nagari Calau, Minagkabau kemudian menjadi tokoh Islam yang nasionalis dan sangat disegani di tanah air?

Pak Pi'i yang pernah yang tertatih-tatih menyelesaikan SR (sekolah Rakyat) pada 1947 kemudian menjadi satu diantara tokoh pemikir islam di tanah air berhasil meraih gelar master di jurusan Sejarah Universitas Ohio, AS.

Tidak lama kemudian gelar doktornya diperoleh dari Program Studi Bahasa dan Peradaban Timur Dekat, Universitas Chicago, AS.

Selama mendapat pendidikan di negeri Paman Sam terutama di Chicago beliau berkenalan dan belajar dari tokoh pemikir Islam modern Fazlur Rahman.

Fazlur Rahman adalah salah satu pemikir neomodernis paling produktif di jaman modern. Ia dilahirkan pada 21 September 1919 dan meninggal 26 Juli 1988 di Chicago dan dikebumikan di kampung halamannya Hazara di barat laut Pakistan.

Ada beberapa bagian pemikiran Fazlur Rahman tentang Islam. Diantaranya adalah :

Dalam konsep Etika.

Hukum etika atau moral yang hakiki tak dapat diubah. Ia merupakan "perintah" Tuhan, manusia tak dapat membuat hukum moral. Ketundukan terhadap moral itulah "Islam" dan perwujudannya disebut dengan "ibadah"

Dalam konsep Kepemimpinan.

Masyarakat Islam adalah masyarakat menengah yang tidak terjebak pada ekstrimitas. Sementara ulil al-amri-nya (para pemegang kekuasaan) adalah mereka yang tidak menerima konsep elitisisme ekstrim.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline