Lihat ke Halaman Asli

Lily Trisnawati

Hamba Allah yang sedang belajar dan memanfaatkan sains untuk kehidupannya

Perjalanan Rasa Syukur

Diperbarui: 11 Maret 2024   23:10

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tebar Hikmah Ramadan. Sumber ilustrasi: PAXELS

Bismillah

Alhamdulillah. Segala puji bagi Allah. Karena rahmat dan kasih sayang-Nya kita dipertemukan kembali dengan Ramadan. Bulan ampunan. Bulan dilipatgandakan kebaikan. Bulan dibukanya pintu surga dan ditutupnya pintu neraka. Dan masih banyak lagi.

Bagaimana kamu menyambut bulan ini?apakah penuh haru bahagia?atau biasa saja karena layaknya waktu yang akan terlewati?...dalam setiap proses diri manusia akan berbeda dalam hubungannya dengan Allah subhanahu aa ta'ala, sangat pribadi. Indahnya islam, selalu melihat dari hati pribadi dan keyakinannya terhadap Allah subhanahu wa ta'ala. Dan mungkin ini yang bisa membuat saya dan teman-teman bisa menjawab dua pertanyaan sebelumnya, bagaimana hubungan kita dengan Allah subhanahu wa ta'ala selama ini.

Apabila jawabannya condong dengan penuh haru gembira, kita perlu bersyukur atas rasa ini. Karena mungkin ini langkah awal taufik-Nya menuju jalan kebaikan lain. Namun, apabila masih merasa biasa, jangan pernah lelah untuk minta tolong kepada Allah subhanahu wa ta'ala untuk melimpahkan taufik-Nya dalam menjalaninya. Karena kemudahan dalam berbuat baik karena terbiasa melakukan pun salah satu yang perlu kita bersyukur.

Bagaimana pun keadaannya, jangan pernah lelah meminta tolong kepada Allah untuk membuat kita sadar atas nikmat-Nya, sekecil apapun itu. Karena masih sangat banyak yang luput dari indra kita. Jangan berpuas diri apabila memang kita sudah merasa gembira datangnya Ramadan, kebaikan yang akan kita lakukan dalam mengisi Ramadan semua karena pertolongan-Nya. 

Ilmu. Jangan pernah lelah belajar agar Allah subhanahu wa ta'ala memudahkan kita dalam kebaikan. Salah satunya menyakini bahwa rasa syukur yang hadir adalah sebuah syukur. Karena ketidaktahuan kita begitu banyak, mungkin kita lupa bahwa kemudahan bernafas ini adalah nikmat. Lalu, akhirnya kita menyadari bahwa hal yang terlihat kecil dari kita nyatanya hal besar dari-Nya. Layaknya sebuah rasa yang tak pernah terlihat tapi nyata. Sebuah kemudahan untuk mengucap segala puji bagi Allah atas segala nikmat-Nya.

Imam Syafii rahimahullah mengatakan, "Segalapuji bagi Allah, yang salah satu dari nikmat-Nya tidak dapat disyukuri kecuali berkat adanya nikmat baru yang mendorong seseorang untuk bersyukur kepada-Nya."




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline