Lihat ke Halaman Asli

Sebelum Mengikuti Tes Acept UGM, Cobalah Kenali Diri Anda dengan Menggunakan Kwadran di Bawah Ini

Diperbarui: 25 Juni 2015   03:58

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Gadget. Sumber ilustrasi: PEXELS/ThisIsEngineering

Tanpa mengenali diri sendiri, Anda tak akan pernah tahu kapan kira-kira dapat meraih skor yang Anda proyeksikan. Setelah mengenal diri Anda, tentukan sikap Anda sesegera mungkin: apakah Anda akan langsung mengikuti tes atau perlu belajar terlebih dulu. Jika harus belajar, apa yang  harus dipelajari dan bagaimana mempelajarinya?  Tulisan ini bertujuan untuk menjawab semua pertanyaan dan keraguan Anda tentang tes AcEPT.

KWADRAN POTENSI DIRI

Kwadran 1

[-] C
[-] MC
Kwadran II

[+] C
[-] MC

Kwadran III

[-] C
[+] MC
kwadran IV

[+] C
[+] MC

C = Cognitive Factor
MC = Meta-Cognitive Factor
[+] C = tahu APA yang diujikan
[-] C =  tidak tahu APA yang diujikan
[+] MC = tahu BAGAIMANA mempersiapkan diri menghadapi tes
[-] MC = tidak tahu BAGAIMANA mempersiapkan diri menghadapi tes

Untuk mengetahui lebih dini tentang peluang Anda meraih skor yang diharapkan, mulailah kenali diri Anda dengan melihat di wilayah mana Anda berada: Apakah di wilayah I, II, III, atau IV.

Kwadran I (kiri atas): TIDAK TAHU  ‘apa’ yang diujikan, dan TIDAK TAHU  ‘bagaimana’ mempersiapkan diri menghadapi tes.

Jika Anda masuk dalam kwadran ini maka dapat dipastikan Anda akan mengalami kesulitan luar biasa untuk dapat meraih skor minimal yang dipatok UGM.  Berpikirlah rasional dan jangan sekali-sekali terjebak dengan tawaran iklan yang menjanjikan Anda untuk dapat meraih skor setinggi-tingginya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Secara akademis jika Anda berada di kwadran 1, dan jika kemampuan bahasa Inggris Anda masih terbatas TIDAK MUNGKIN  Anda  bisa mencapai skor 210. Iklan yang menawarkan Anda untuk dapat meraih skor 210 dalam waktu yang singkat, dan Anda harus membayar sejumlah uang yang fantastis untuk maksud itu patut untuk dicurigai. Dari sudut pandang apa pun, tidak logis karena mempelajari sebuah bahasa asing saja memerlukan pemahaman yang menyeluruh tentang sistem bahasa tersebut, apa lagi mempersiapkan diri menghadapi tes dengan derajat kesukaran tinggi.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline