Lihat ke Halaman Asli

Ram Tadangjapi

Cuma senang menulis

Resensi Film La Vie En Rose (2007)

Diperbarui: 29 Juli 2018   15:13

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

(sumber: www.en.wikipedia.org)

I can't? Then what's the point of being Edith Piaf?

Edith Piaf merupakan salah satu penyanyi legendaris asal Perancis, suaranya yang khas dan lagu-lagunya yang mendayu-dayu mampu menembus pasar musik hingga ke berbagai belahan dunia. Saat Edith Piaf meninggal prosesi pemakamannya dikenang sebagai salah satu prosesi pemakaman terbesar untuk tokoh terkenal, itulah bentuk penghormatan terakhir untuk sosok Edith Piaf.

Edith kecil (Manon Chevallier) tidak merasakan belaian kasih sayang dari kedua orang tuanya, ibunya yang seorang penyanyi jalanan meninggalkannya dirumah neneknya untuk mengejar karir menjadi penyanyi di Yunani. Edith kecil yang dalam keadaan sakit kemudian dibawa ayahnya yang baru kembali dari medan perang untuk tinggal dirumah nenek dari ayahnya yang merupakan sebuah rumah bordil, lagi-lagi Edith kembali ditinggalkan disitu karena ayahnya bergabung dengan rombongan sirkus. Dirumah bordil itu dia akrab dengan Titine (Emmanuelle Seigner) yang sering menyanyikan lagu untuk Edith, namun kebersamaan mereka terenggut ketika ayahnya datang dan kembali membawa Edith untuk tinggal bersamanya.

Suatu ketika saat ayahnya kehabisan ide untuk menunjukkan atraksinya di depan penonton sirkus jalanan, Edith remaja (Pauline Burlet) lalu dipaksa menyanyi di depan penonton itu. Meskipun ragu-ragu Edith kemudian melantunkan lagu L' Marsaille yang membuat takjub para penonton.

Saat dewasa Edith (Marion Cotillard) ditemani sahabatnya, Momone (Sylvie Testud) mengintari sudut-sudut jalan untuk bernyanyi, suara merdu Edith mampu mencuri perhatian banyak orang. Bakat emas Edith kemudian terlihat oleh Louis Leplee (Gerard Depardieau), Louis lalu mengajak Edith untuk tampil di panggung yang lebih besar.

Dibawah arahan Louis, Edith mampu menjadi salah satu penyanyi favorit di bar milik Louis, bahkan Louis lah yang menambahkan kata Piaf di belakang nama Edith sebagai nama panggung. Namun lagi-lagi kemalangan menimpa, Louis tewas terbunuh dan menyeret Edith berhadapan dengan petugas hukum, meskipun Edith terbukti tidak terlibat namun sedikit banyak membuat nama Edith tercoreng.

Edith tidak mau putus asa, ia kemudian menghubungi Raymond Asso (Marc Barbe) seorang komposer yang pernah dikenalkan Louis padanya. Melalui Asso ia menjalani latihan keras dan berat untuk meningkatkan kemampuan bernyanyi dan penampilan di atas panggung. Hasilnya Edith mampu menjadi penyanyi yang dengan suara dan penampilan yang menarik saat diatas panggung.

Edith mampu mencapai kesuksesan sebagai penyanyi, di tengah kesuksesannya itu dia menjalin hubungan dengan Marcel (Jean-Pierre Martins), seorang petinju terkenal di Perancis. Sayangnya hubungan mereka ini tidak begitu baik karena Marcel sendiri sudah punya keluarga, kepedihan kembali menerpa Edith ketika Marcel tewas akibat kecelakaan pesawat. Rasa kehilangan membuat Edith tenggelam dalam kecanduan alkohol dan obat-obatan yang membuat tubuhnya semakin lemah dan ringkih.

Marion Cotillard sebagai Edith Piaf (sumber: www.theoscarbuzz.blogspot.com)

Saya selalu tertarik dengan film biopik, meskipun kisahnya selalu ada tambahan kisah fiksi, namun melalui film biopik saya bisa sedikit melihat sisi lain dari seorang tokoh terkenal.

Film besutan sutradara Olivier Dahan ini menceritakan sisi kelam seorang Edith Piaf, penyanyi legendaris yang wafat saat usianya masih relatif produktif, 47 tahun. Filmnya mampu bercerita dengan baik, meskipun dengan scene yang melompat-lompat, namun penderitaan yang dialami berkali-kali oleh Edith Piaf hingga ia mampu bangkit dari keterpurukan tergambar dengan baik sekaligus menyentuh.

Akting Marion Cotillard pun begitu menawan, apalagi ketika ia memerankan Edith dengan kondisi yang lemah di saat-saat terakhir hidupnya. Marion Cotillard berhasil masuk ke karakter Edith Piaf yang keras hati, penuh mimpi, namun kadang egois dan naif. Tak heran apabila pada ajang Academy Awards 2008 piala Oscar untuk kategori Best Leading Actress diberikan kepadanya. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline