Lihat ke Halaman Asli

Ketika Si Kecil Terjatuh

Diperbarui: 26 Juni 2015   16:35

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Gadget. Sumber ilustrasi: PEXELS/ThisIsEngineering

Anak saya Aida, berumur 8 bulan baru mulai belajar merambat. Suatu ketika, dia terjatuh dan dagunya terantuk ubin, kontan saja tangisnya pecah tapi segera tenang setelah saya gendong dan dipeluk sayang. Tetanggaku yang kebetulan sedang ada di rumahku, sebut saja namanya Bu Hasan melihat kejadian itu langsung menghampiri Aida dan berkata " cup cup jangan nangis anak cantik.. ubin nya nakal yah? nih nih Ibu pukul ubinnya, Aida diem ya....."

Perkataan Bu Hasan tadi sangat umum dan wajar di telinga kita para orang tua di Indonesia. bahkan mungkin salah satu dari kita sering mengatakan hal serupa ketika anak jatuh atau terantuk sesuatu untuk menenangkan tangisannya, padahal tangisan anak akan reda dengan pelukan kasih sayang dan kata kata menenangkan dari orang terdekatnya jika dilatih dari kecil. Perkataan tersebut sepertinya hal yang sepele dan tidak masalah, tetapi tahukah anda bahwa perkataan tersebut akan membawa efek yang besar bagi kehidupannya mendatang. Perkataan sepele tadi jika sering diucapkan ketika anak terjatuh akan membuat anak menyalahkan orang lain di sekitarnya ketika dia terkena musibah. Dia akan selalu merasa kesialannya akibat perbuatan orang lain, bukan intropeksi diri. Selain itu, anak juga akan mudah menyalahkan dengan cara main pukul, karena dia pikir pukulan bisa mengatasi masalah dan menenangkannya.

Libi cucu laki laki Bu Hasan, berumur 3 tahun, dia gemar sekali memukul teman bermainnya, bahkan Aida pun pernah kena pukulannya (untung di pantat tidak di daerah rawan seperti kepala dan lainnya). Setiap kali dia terjatuh entah tersandung atau terpeleset sendiri pasti dia akan menangis keras sambil memukul siapapun yang ada di dekatnya, dia merasa orang itulah penyebabnya. Dari kasus tersebut saya berfikir, apakah efek dari perkataan sepele tadi sebesar itu dan sangat cepat, bayangkan usianya baru 3 tahun , tapi dia sudah merasakan efek dari perkataan sepele yang kita anggap wajar tadi. Poor Libi, dengan sikapnya yang seperti itu para orang tua jadi khawatir ketika anak mereka bermain dengannya, dia juga jadi kehilangan beberapa teman sebayanya yang takut dipukul Libi.

Ilmu ini saya dapatkan ketika saya msih belum menikah dulu diberi hadiah seorang teman buku berjudul "Mengapa Anak Saya Suka Melawan dan Susah Diatur" yang ditulis oleh Ayah Edi seorang Parenting Consultant ternama di Indonesia. Waktu itu saya bingung apa maksud dia memberikan hadiah itu, tapi saat ini saya baru sadar betapa besar manfaat buku tersebut dan semoga tulisan saya ini juga bisa bermanfaat bagi pembaca semua.




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline