Oriental merupakan sebuah gaya yang identik dan dipengaruhi oleh budaya ketimuran atau Asia, meliputi negara China, Jepang, Thailand, Korea, dan Vietnam. Kekayaan dari budaya itu sendiri diadopsi ke Indonesia dengan penerapannya pada dekorasi dan ornamen interior. Oleh karena itu, fengshui sering dihadirkan dalam interior serta elemen-elemen China sebagai nilai estetikanya.
Sekaran gini gaya desain Oriental banyak disandingkan dengan gaya modern namun tidak meninggalkan kesan tradisional dari gaya itu sendiri. Tentunya Oriental masih cukup umum untuk digunakan dalam interior yang pastinya menambah nilai estetika itu sendiri.
Lalu seperti apakah penerapan desain Oriental pada interior? Yuk simak bagaimana aspek-aspek interior dipadu dengan gaya Oriental!
1. Lantai
Lantai dengan gaya Oriental menggunakan material kayu dengan penggunaan kayu yang umumnya berwarna gelap atau menggunakan ubin. Dengan pengaruh cuaca tropis yang panas dan lembab, penggunaan ubin terasa sejuk sebagai lantai, terutama banyaknya ragam pola dan warna ubin dengan konsep Oriental.
2. Dinding
Dengan mempertahakan kesan sederhana, dinding dibiarkan tanpa hiasan atau dihias sebagian saja. Permukaan dinding umumnya dilapisi dengan material kayu ditambah dengan ukiran-ukiran yang mendetail, khususnya di area pertemuan antara dinding dengan plafon. Bentuk dari kolom penopang dinding biasanya berupa bentuk lingkaran, segi delapan, bujur sangkar, atau variasi bentuk bintang.
3. Jendela
Dengan pengaruh fengshui, jendela selain digunakan sebagai sirkulasi penghawaan alami, juga digunakan untuk bukaan-bukaan yang menunjukkan lingkungan di balik jendela atau untuk mendekatkan diri dengan lingkungan. Bentuk jendela dengan gaya Oriental berbentuk persegi panjang serta bulat.
4. Plafon
Plafon menggunakan lambersering dan kayu jati dengan ukiran-ukiran simbolik. Bisa berupa plafon dengan pola rendah atau tinggi.