Mohon tunggu...
Abu Khalil
Abu Khalil Mohon Tunggu... Freelancer - Aktivis dan Jurnalis Freelance asal Pattani, Thailand

Penulis akan menyuarakan seputar isu Konflik Patani Thailand selatan yang jarang dipublik oleh dunia media global

Selanjutnya

Tutup

Politik

Perundingan Damai Konflik Patani Bakal Dilanjut Lagi

9 Juli 2019   17:56 Diperbarui: 9 Juli 2019   18:13 103
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Saat Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad berjalan sama Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-O-Cha dalam rangka kunjungan Thailand pada Rabu, (24/10/2018) di Bangkok/ist

Proses perdamaian konflik Patani, Thailand Selatan bakal melanjutkan lagi setelah jeda panjang sejak pemilihan umum Maret yang lalu. Manakala proses telah tersandung pihak Pemerintah Thailand dan MARA Patani, sebuah payung organisasi dari enam gerakan militan Patani.

Pemerintah pusat di Bangkok ingin menjaga pembicaraan dalam mode membangun kepercayaan, sementara MARA Patani ingin mengubah persneling, melembagakan proses dan tinta apa pun prestasi dan kesepakatan yang telah dibuat oleh kedua pihak.

Perundingan damai terhenti ketika Thailand saat bersiap untuk pemilihan umum. Kini, Jenderal Prayut Chan-o-cha diangkat kembali sebagai perdana menteri periode yang kedua, dan konflik di wilayah ini kononnya diperkirakan akan menjadi prioritas utama pemerintah PM Prayuth.

Demikian perdebatan saat ini di kalangan aparat keamanan adalah apakah Jenderal Udomchai Thamsarorat, ketua negosiator Thailand, akan terus mengepalai Panel Dialog Perdamaian sekarang setelah ia menjadi senator.

Majelis Syura Patani (MARA), Organisasi Payung gabungan gerakan militan Patani/ist
Majelis Syura Patani (MARA), Organisasi Payung gabungan gerakan militan Patani/ist
Beberapa mengira itu seharusnya tidak masalah karena kepala negosiator adalah posisi yang tidak dibayar dan panel bersifat dengan perwakilan dari berbagai lembaga dan kementerian Thai.

Jenderal Udomchai dilantik sebagai ketua negosiator perdamaian pada Oktober tahun lalu, menggantikan Jenderal Aksara Kherdpol. Dia langsung segera menjangkau anggota komunitas internasional dan organisasi masyarakat sipil setempat (CSO).

Dia menyatakan bahwa mereka dapat bertindak dan mengajak lawan bicara antara pemerintah Thailand dan gerakan pembebasan Patani-Melayu yang pengaruh, yaitu Barisan Revolusi Nasional Melayu Patani (BRN), sebuah gerakan lama yang mengendalikan hampir semua militan yang menolak untuk bergabung dalam pembicaraan damai.

Upaya-upaya yang diselenggara oleh Udomchai untuk menjelajahi jalan-jalan di luar proses Jalur satu resmi telah membuat MARA Patani jengkel, Setelah Shukri Hari, Ketua negosiator Mara Patani pada Februari mengeluarkan pernyataan yang menyerukan pemerintah Thailand untuk menggantikan Jenderal Udomchai. Demikian sebulan yang lalu, Shukri mengundurkan diri dari posisinya dengan alasan kesehatan.

Abdul Rahim Noor, pimpinan fasilitator Malaysia.(S.Mahfuz/BeritaBenar)
Abdul Rahim Noor, pimpinan fasilitator Malaysia.(S.Mahfuz/BeritaBenar)
Sementara fasilitator Malaysia Abdul Rahim Noor, selama kunjungan ke Patani pada Jumaat (14/6/2019), dia mengatakan kepada wartawan Thailand bahwa pembicaraan akan kembali ke jalurnya dalam waktu sekitar dua minggu.

Namun tidak jelas agenda seperti apa yang akan dilaksanakan. Sementara pemerintah Thailand, Udomchai telah menghapus proyek Zona Keselamatan (Safety Zone) ditambah komponen gencatan senjata, dan mereka mendukung penuh keterlibatan langsung dengan BRN.

BRN telah mengeluarkan beberapa tuntutan selama bertahun-tahun sejak 2013, termasuk tuntutan pembebasan semua orang yang dipenjara dengan tuduhan terkait pemberontakan, juga tuntutan partisipasi keterlibatan mediator internasional dan pengamat untuk perundingan tersebut, serta mendapatkan cap Parlemen untuk menjadikan perundingan itu sebagai agenda nasional.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun