Pagi datang sendirian
Tak ditemani siang apalagi malam
Membangunkan seluruh yang tidur
Tak rela jika pagi dibuka tanpa syukur
Pagi tak pernah lelah
Menghangati semesta membagi berkah
Setia pada tugas yang diamanahkan
Tak hiraukan siapa ingkar siapa beriman
Pagi tersenyum melihat orang-orang yang terkantuk-kantuk di sudut bumi
Ada yang meregangkan badan ada pula yang sekedar ngopi
Yang terkantuk mungkin malam tadi dia suntuk
Yang sedang ngopi barangkali sedang merajut semangat meraih berprestasi
Pagi hanya ingin menikmati harinya yang tak lama
Mesti dinikmati tanpa ada kecewa
Tak lama lagi siang kan menjelang
Sesudah itu lama menanti giliran
Hingga malam pulang ke peraduan
Kemudian Tuhan menghadirkannya lagi turun ke bumi menebar kehidupan
Pagi mencukupkan diri dengan apa yang dimiliki
Tugas dari Tuhan adalah jati diri
Tak pernah terpikir tuk mengkhianati
Apalagi memaksa mentari tak terbit lagi
Karena pagi sungguh mengerti
Mentari adalah sahabat sejati
Tanpa mentari tak ada pagi
Batam, 24 Juli 2019
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI