Mohon tunggu...
Amilatul Khoiriyah
Amilatul Khoiriyah Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswi

Saya merupakan seorang mahasiswi yang memiliki minat dalam bidang kepenulisan dan konten kreator.

Selanjutnya

Tutup

Film

Pengenalan Tari Gandrung dalam Film "KKN di Desa Penari"

23 Juni 2022   17:35 Diperbarui: 23 Juni 2022   18:41 374
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Film. Sumber ilustrasi: PEXELS/Martin Lopez

           Indonesia merupakan negara yang kaya akan budayanya mulai dari pakaian adat, tarian tradisional, seni musik, lagu daerah, dan masih banyak lagi. Dalam upaya pelestariannya tersebut, terdapat beragam cara yang digunakan oleh pemerintah dan masyarakat seperti melalui pertunjukan atau pentas seni, festival kebudayaan, memasukkan unsur budaya ke dalam kurikulum pendidikan, lomba kesenian, dan lain-lain. Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan teknologi yang semakin canggih membuat pelestarian budaya dilakukan dengan cara memanfaatkan teknologi. Melalui teknologi maka jangkauan masyarakat yang dituju bukan hanya masyarakat dalam negeri saja melainkan masyarakat luar negeri karena penyebaran informasi yang canggih dan cepat. Teknologi tersebut meliputi media sosial seperti Instagram, Tiktok, Twitter, Facebook, Youtube, dan lain sebagainya. Selain itu, peran sutradara-sutradara perfilman di Indonesia juga telah banyak membantu pemerintah dalam melestarikan kebudayaan dengan cara memasukkan unsur budaya Indonesia ke dalam film yang dibuat.

            Film menjadi perantara dalam melestarikan kebudayaan di Indonesia yang memiliki dampak luas dalam penyebarannya kepada masyarakat. Pemakaian unsur budaya yang dikemas dalam adegan film membuat penonton merasa penasaran dan kemudian mencari tahu asal kebudayaan yang diangkat dalam film tersebut. Menurut (Wibowo, 2006) film adalah alat untuk menyampaikan pesan kepada khalayak melalui media cerita. Film juga dapat didefinisikan sebagai medium ekspresi artistik sebagai alat para seniman dan insan perfilman dalam rangka mengutarakan gagasan dan ide cerita. Secara esensial dan subtansial film memiliki power yang akan berimplikasi terhadap komunikan masyarakat.

            Pada awal tahun 2022 terdapat sebuah film dengan genre horor yang mendapatkan jumlah penonton fantastis yakni hampir 10 juta penonton. Film tersebut berjudul "KKN di Desa Penari" yang diperankan oleh artis-artis terbaik Indonesia seperti Aghniny Haque, Aulia Sarah, Achmad Megantara, Adinda Thomas, Tissa Biani, dan masih banyak lagi. Dalam film ini terdapat pengenalan unsur-unsur budaya Indonesia yang sangat kental mulai dari pertunjukan daerah, seni musik, tarian, pakaian adat, dan makanan. Namun, hal yang paling menonjol dalam film ini adalah tarian daerah yang sangat mengagumkan dan mengesankan bagi penonton.

            Awal mula pembuatan film "KKN di Desa Penari" berasal dari sebuah tulisan akun yang bernama @SimpleM81378523 di Twitter yang menceritakan sebuah kisah nyata yakni pengalaman horor yang dialami oleh teman ibunya. Dalam cerita itu pemilik akun @SimpleM81378523 menceritakan kejadian-kejadian tidak masuk akal yang dialami oleh teman dari ibunya tersebut selama menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di kota yang dirahasiakan namanya yang ada di Provinsi Jawa Timur. Kisah yang dibagikan oleh @SimpleM81378523 tersebut kemudian viral dan menarik perhatian masyarakat. Sehingga, atas persetujuan dari pemilik cerita asli akhirnya kisah yang dibagikan oleh @SimpleM81378523 diangkat dalam sebuah film layar lebar.

            Antusias yang luar biasa dari para penonton pastinya di luar ekspektasi dari Manoj Punjabi selaku produser film "KKN di Desa Penari" ini. Siapapun pasti tidak akan menyangka jika film ini akan tembus sampai 10 juta penonton. Namun, tidak mengherankan jika film "KKN di Desa Penari" ini sampai memiliki banyak penonton karena memang pemilihan latar cerita yang luar biasa mulai dari tempat, waktu, dan suasana. Penonton akan terhipnotis dengan banyaknya unsur-unsur budaya Jawa Timur yang diangkat dalam film ini. Mulai dari bahasa Jawa Timur, tari tradisional khas Jawa Timur, makanan Khas Jawa Timur, dan masih banyak lagi.

           Salah satu unsur kebudayaan yang populer dan menjadi dikenal oleh banyak orang sejak adanya film "KKN di Desa Penari" ini adalah Tari Gandrung. Tarian Gandrung merupakan tarian khas Banyuwangi yang dibawakan sebagai perwujudan rasa syukur masyarakat setelah panen. Gandrung merupakan seni pertunjukan yang disajikan dengan iringan musik khas perpaduan budaya Jawa dan Bali. Tarian ini adalah salah satu bentuk kebudayaan dari Suku Osing yang merupakan penduduk asli Banyuwangi. Tarian ini dipentaskan dalam bentuk berpasangan antara perempuan (penari gandrung) dan laki-laki (pemaju) yang dikenal dengan paju (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2013).

         Sejak kemunculan adegan Tari Gandrung di film "KKN di Desa Penari" tersebut kemudian banyak orang yang mulai belajar Tari Gandrung dan mengunggahnya di sosial media seperti Tiktok dan Instagram. Diceritakan dalam film "KKN di Desa Penari" bahwa Tarian Gandrung digunakan oleh ratu siluman ular bernama Badarawuhi untuk menarik perhatian dari Tokoh Widya agar menjadi tumbal. Namun, singkat cerita Tokoh Widya tidak terkecoh oleh rayuan ratu siluman ular tersebut. Tetapi, temannya yang bernama Ayu menjadi tumbal akibat perbuatan tidak terpuji yang dilakukannya bersama Tokoh Bima hingga Ayu menjadi penari di alam gaib selama-lamanya. Sedangkan, Tokoh Bima menjadi suami dari ratu siluman ular yang bernama Badarawuhi.

        Penonton dari film "KKN di Desa Penari" akhirnya menirukan tarian yang dilakukan oleh Tokoh Ayu dengan gaya yang lebih modern. Aplikasi yang banyak memunculkan Tarian Gandrung sejak rilisnya film ini adalah aplikasi Tiktok. Dalam aplikasi ini tersedia musik pengiring Tari Gandrung dengan aransemen nada yang lebih modern yang mana musik dalam aplikasi ini telah banyak digunakan oleh jutaan pengguna Tiktok. Mulai dari usia muda sampai tua berbondong-bondong mempelajari Tari Gandrung sembari menirukan adegan saat Tokoh Ayu menangis ketika menarikan tarian ini. Tidak jarang pula, penari-penari asli Gandrung memberikan tutorial atau cara menari Gandrung dengan baik dan benar.

         Semakin banyaknya orang yang mengikuti tren Tari Gandrung di aplikasi Tiktok berkat film "KKN di Desa Penari", tanpa disadari orang-orang tersebut telah bersama-sama memperkenalkan tarian tradisional Indonesia yang berasal dari Banyuwangi. Tarian Gandrung menjadi dikenal oleh banyak orang baik dalam negeri maupun luar negeri. Dengan bangganya tidak sedikit pula orang-orang dari luar negeri mencoba untuk mengikuti tren Tari Gandrung ini di aplikasi Tiktok. Dengan demikian, sudah seharusnya masyarakat Indonesia bangga dengan kekayaan budaya Indonesia yang bukan hanya Tari Gandrung saja. Terlebih film "KKN di Desa Penari" ini juga ditayangkan di negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Harapannya semakin banyak dunia perfilman yang mengangkat unsur-unsur budaya Indonesia agar dikenal oleh banyak orang hingga ke mancanegara.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun