Padahal, perjuangan revolusioner dari BP2MI semuanya demi PMI tercinta. Walau tantangan ragam menghadang, di depan mata. Benny selaku Kepala BP2MI tak pernah gentar. Bahkan muncul guyonan, bawa BP2MI "bekerja nekat".
Bagaimana tidak, Kepala BP2MI dengan anggaran yang minim dan masih jauh dari kekurangan. Tapi visi besar membela PMI, membebaskan biaya Preliminary dan Karantina telah dilakukan. Pemulangan PMI terkendala atau dideportasi juga dilakukan BP2MI.
Dimana sebelumnya, soal anggaran terdengar untuk biaya pemulangan PMI telah dikelola anggarannya oleh Kementerian Luar Negeri. Artinya, untuk satu urusan ini harusnya Kemenlu yang menjalankan amanah ini dengan baik. Jangan seperti melempar bola.
Berdiam diri saat publik yang belum mengerti kewenangan memulangkan PMI, lalu BP2MI diserang. Disalahkan, dianggap menjadi domain BP2MI. Ternyata tidak. Ini kewenangan Kemenlu. Jangan lagi sesuatu yang bukan menjadi tanah BP2MI, malah Benny dibuat babak belur.
Kembali ke mimpi besar Kepala BP2MI. Indonesia Migrant Center ditargetkan harus dibangun, karena selama ini sejak PMI resmi bekerja di Luar Negeri. Dan juga memberi kontribusi Devisa untuk Indonesia. Bangunan fasilitas sekelas Indonesia Migrant Center belum dibangun.
Bukan hanya berniat mencatatkan sejarah. Tapi lebih dari itu, Benny mau berbuat lebih bagi para Pahlawan Devisa dan warga VVIP (PMI). Perjuangannya untuk membangun Indonesia Migrant Center telah didengungkan, telah diusulkan ke DPR. Namun sayangnya, belum direalisasikan anggarannya.
Mimpi manis PMI, untuk hidup bahagia dan senang saat kembali ke Indonesia jangan dibuat berubah menjadi mimpi buruk. Kata Benny, negara hadir untuk PMI. Jangan menjadikan PMI sebagai warga nomor dua, apalagi nomor tiga dan nomor empat.
Sudah dikatakan. Baik saat pidato, Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPR, Benny lantang dan penuh percaya diri menyampaikan rencananya membangun Indonesia Migrant Center tersebut. Perubahan revolusioner akan dilakukan politisi Hanura ini di tubuh PMI.
Benny intens melakukan perbaikan tata kelola penempatan PMI. Beberapa pembaharuan yang dilakukan BP2MI menurut Benny akan memberi legacy dan menggembirakan jika Indonesia Migrant Center dibangun. Karena akan menjadi pusat pelatihan, pengayaan, dan pemberdayaan purna PMI juga bisa dilakukan disini.
Tak hanya itu. Transformasi layanan BP2MI dilakukan. Juga menerapkan sistem pelayanan yang penuh inovasi. Berpinsip kerja kolaboratif, patuh pada regulasi dan disiplin. Etos kerja yang ditunjukkan Benny lambat-laun mulai merambah. Tertular pada para jajaran pimpinan BP2MI dan birokrat di lingkup BP2MI.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI