Mohon tunggu...
Rahmatika EmilAmalia
Rahmatika EmilAmalia Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa S1 Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang

Saya seorang mahasiswa aktif di Universitas Muhammadiyah Malang dan mempunyai hobi menulis. gemar sekali kuliner.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Mengukur Dampak Pelanggaran Privasi terhadap Kesejahteraan Psikologis: Privasi Terancam, Jiwa Terluka

12 Juni 2024   23:00 Diperbarui: 12 Juni 2024   23:14 71
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Privasi menjadi komoditas yang semakin langka dan rentan di era digital yang serba terhubung ini. Kesejahteraan psikologis seseorang dapat sangat terpengaruh oleh pelanggaran privasi, baik yang dilakukan secara sengaja maupun tidak. Pelanggaran privasi dapat merusak ketenangan jiwa dan kualitas hidup, mulai dari rasa cemas dan tidak aman hingga depresi dan gangguan stres pascatrauma. Oleh karena itu, penting untuk memahami dampak psikologis dari pelanggaran privasi dan menemukan cara untuk melindungi privasi individu di dunia digital yang semakin kompleks ini.

Bayangkan jika data pribadi kita dicuri dan digunakan untuk penipuan identitas. Selain kehilangan uang, kita juga mengalami ketakutan dan ketidakpercayaan yang mendalam. Kita mungkin merasa tidak aman berinteraksi di internet karena khawatir bahwa data pribadi kita akan disalahgunakan lagi.


Bahkan masyarakat secara keseluruhan mengalami dampak psikologis ini. Ketidakpercayaan dan konflik sosial dapat muncul karena kehilangan kepercayaan terhadap lembaga dan sistem yang seharusnya menjaga privasi.
Rasa malu dan stigma juga dapat muncul sebagai akibat dari pelanggaran privasi. Misalnya, kita mungkin merasa terhina dan tertekan jika foto pribadi kita disebarluaskan tanpa izin. Rasa malu ini dapat mengganggu interaksi sosial dan berdampak pada harga diri seseorang.


Pelanggaran privasi bukan hanya masalah teknis, tetapi juga masalah psikologis. Dampaknya dapat meluas dan berkepanjangan, memengaruhi kesehatan mental dan kesejahteraan individu. Oleh karena itu, kita perlu meningkatkan kesadaran tentang efek psikologis dari pelanggaran privasi dan menemukan cara untuk melindungi privasi individu di dunia digital yang semakin kompleks ini.

Penting untuk diingat bahwa privasi adalah hak penting untuk menjaga kesehatan mental seseorang. Pelanggaran privasi, baik yang dilakukan secara sengaja maupun tidak, dapat menyebabkan efek yang berbahaya dan berkepanjangan, mulai dari rasa cemas dan tidak aman hingga gangguan stres pascatrauma. 

Oleh karena itu, kita perlu meningkatkan kesadaran tentang efek psikologis dari pelanggaran privasi dan mengambil tindakan konkret untuk melindungi privasi individu di dunia digital yang semakin kompleks ini. Hanya dengan membangun budaya yang menghargai privasi dan menentang pelanggaran privasi kita dapat menciptakan dunia digital yang lebih aman dan sejahtera bagi semua orang.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun