Seakan ingin membuktikan kemampuannya kepada Alfred Riedl dan PSSI, Irfan Bachdim mencetak 2 gol kala Persema Malang menjamu PSM Makassar dalam lanjutan Liga Primer Indonesia hari ini.
Di babak pertama, Persema yang ketinggalan lebih dulu lewat gol cantik tendangan bebas Mitrovic di menit ke-19, akhirnya membalas melalui penalti Irfan Bachdim.
Di babak kedua hujan deras yang mengguyur stadion membuat permainan kedua tim tidak berkembang, namun umpan-umpan lambung yang diperagakan para pemain Persema Malang akhirnya berbuah gol, ketika di menit ke-91 Irfan Bachdim dengan tenang berhasil menjebol gawang PSM Makassar kedua kalinya.
Prestasi Irfan yang di pertandingan sebelumnya melawan Solo FC juga mencetak 2 gol tersebut, seharusnya dapat memberi tekanan pada PSSI untuk kembali merekrutnya ke dalam tim nasional.
Salah satu alasan yang digunakan PSSI untuk tidak memanggil kembali Irfan Bachdim, pemain naturalisasi yang cukup mengkilap di Piala AFF kemarin adalah karena Irfan tidak bermain dalam kompetisi resmi yang diakui FIFA (yang diakui adalah LSI bukan LPI). Padahal dalam Piala Dunia 2010 kemarin, Selandia Baru menyertakan 2 pemain yang bahkan tidak memiliki klub. Bahkan dalam Piala AFF kemarin pun sebagian besar pemain Filipina tidak memiliki klub. Itu menunjukkan bahwa semua sebenarnya tergantung 'restu' PSSI, bukan FIFA.
Karena itu teruslah melawan dengan gol, Irfan! Tunjukkan pada dunia dan FIFA bahwa di negeri ini ada seorang pemain berkualitas yang tidak dipanggil ke tim nasional, disebabkan organisasi sepakbola nasionalnya (PSSI) telah diakuisisi oleh sebuah partai politik!
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H