Kucing merupakan hewan yang banyak digemari untuk dijadikan hewan peliharaan. Sifat alami kucing yang manja dan menggemaskan, yang kadang juga terkesan cuek menjadikan daya tarik tersendiri. Selain itu, kucing juga memiliki sifat ramah dan mudah bergaul. Karena sifat sifatnya yang unik, seringkali kucing peliharaan tidak hanya dianggap sebagai hewan peliharaan, tetapi teman, bahkan anggota keluarga. Maka dari itu, sebagai pemilik hewan peliharaan pastinya terpikirkan untuk memberikan yang terbaik, seperti makanan terbaik, kandang dan alas tidur yang nyaman, memberi minum yang cukup, dan kunjungan ke dokter hewan secara berkala. Selain memenuhi kebutuhan primernya, kucing juga butuh perhatian dan afeksi dari pemiliknya. Namun, pernahkah kalian memerhatikan ekor kucing?
Faktanya ekor kucing memiliki 2 tipe, yaitu kucing berekor lurus dan kucing berekor bengkok. Hal yang menyebabkan kucing memiliki 2 tipe ekor ini tidak luput dari faktor genetik.
Penyebab Ekor Kucing Bengkok.
● Faktor Cedera
Kucing yang ekornya bengkok oleh faktor ini tidak dibawa sejak dalam kandungan si induk dan biasanya cenderung muncul tiba-tiba ketika ia sudah lahir ataupun dewasa. Ekor pada kucing berbentuk bengkok dapat disebabkan oleh cedera atau trauma pada ekor. Cedera tersebut dapat dikarenakan oleh kecelakaan. Biasanya sesaat setelah kecelakaan terjadi, kucing akan merasa kesakitan. Untuk menghindari hal yang lebih parah, kucing harus segera diberikan pertolongan dengan membawanya ke dokter untuk diobati. Apabila kucing memiliki luka serius pada bagian ekor, maka hal ini bisa mengakibatkan ekor kucing menjadi bengkok. Efek samping dari kecelakaan ini juga bisa berupa ekor kucing diamputasi dan lain sebagainya. Selama luka pada ekor kucing dirawat dengan pengawasan dokter dan sembuh dengan baik, maka kucing akan baik baik saja.
● Faktor Genetik
Bentuk ekor pada kucing juga bisa diakibatkan oleh faktor genetik. Faktor genetik ini diakibatkan oleh pembawaan atau penurunan sifat induk kepada anaknya. Misal genetik dari persilangan induk kucing ekor bengkok dan ekor lurus, maka hasil perkawinan induk kucing tersebut berpotensi melahirkan anak kucing ekor bengkok dan ekor lurus. Selain itu, faktor perkawinan sedarah pada induk kucing juga memengaruhi.
“Kucing yang ekornya bengkok itu kalau menurut teori induknya dia pernah kawin sedarah, entah sama bapaknya, entah sama saudaranya. Kebalikannya, kalau kucing ekornya lurus berarti kekerabatan induk jantan dan betinanya itu jauh, jadi gen resesifnya tidak muncul,” jelas drh. Rizki saat dikunjungi oleh Mahasiswa Kedokteran Hewan FIKKIA UNAIR Banyuwangi di kliniknya yang berlokasi di Jl. Penataran No.15 Kabupaten Banyuwangi pada Kamis, 7 November 2024. Selanjutnya, drh. Rizki juga menjelaskan bahwa tidak ada efek samping yang perlu dikhawatirkan dari ekor kucing yang bengkok karena faktor ini.
Selain faktor-faktor diatas, kelainan pada ekor yang berdampak buruk pada kesehatan kucing patut diwaspadai. Untuk mengetahui lebih tepat, komunikasikanlah dengan dokter hewan kepercayaan anda agar tidak terjadi kesalahpahaman dan salah persepsi.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H