Rita melirik Tomas yang juga turut sedih akan isi surat tersebut. Tomas pun memeluk tubuh istrinya dari belakang. Mereka berdua lanjut membaca surat dari Ari.
Tante Rita... Ari sadar, Ari punya banyak salah pada tante. Ari sering merepotkan tante Rita, selalu membuat tante Rita khawatir. Terima kasih atas perhatian yang selalu tante berikan pada Ari. Tante tak pernah lelah untuk selalu menjaga Ari. Meskipun betapa nakalnya Ari pada tante Rita, tapi tante Rita tetap sayang pada Ari. Ari tahu itu.
Ari merasa bersalah ketika Ari sering mabuk di Royale Bar. Tante Rita lah yang selalu menjemput lalu mengantar Ari pulang. Betapa besar cinta yang tante Rita curahkan pada Ari. Namun terkadang Ari menanggapinya dengan dingin. Itu semua karena Ari terlalu buta akibat kesedihan yang dulu selalu terngiang dalam otak Ari sehingga Ari tak sadar bahwa ada orang yang menyayangi Ari di sekeliling Ari.
Ari juga minta maaf karena telah berulang kali mengatakan hal yang tidak sepatutnya dikatakan. Ari sungguh menyesal. Ari tak bermaksud membuat hati tante Rita terluka. Ari sungguh bodoh. Jika saja Ari dapat menarik ucapan-ucapan tersebut, pasti akan Ari lakukan.
Sekali lagi tante Rita, terima kasih telah menjaga Ari. Semoga tante Rita dapat dengan tegar menjalani hidup di Artapuri. Ari tahu, tak sedikit orang yang menyela tante Rita. Namun tante Rita harus kuat menghadapi mereka semua. Ari tahu, tante Rita adalah wanita yang kuat dan tegas. Tetaplah menjadi seperti itu.
---
Rita masuk ke area supermarket secara perlahan. Di sana, Edo langsung menyapa Rita. Ia memeluk Rita hangat.
"Selamat datang kembali, Rita.." ucap Edo.
"Terima kasih." Rita melepas pelukan Edo.
"Aku sudah bicara dengan manager. Kau tak apa kan dipindah ke bagian gudang?" tanya Edo.
Rita menggeleng. "Tak apa. Saya berterima kasih pada Pak Edo. Tanpa bantuan anda, saya mungkin sudah dipecat dari sini."