Mohon tunggu...
alvijayantianggraeni
alvijayantianggraeni Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswi

Halo! Saya Alvi Jayanti Anggraeni, seorang mahasiswa aktif di Fakultas Hukum Universitas Mulawarman. Dengan minat yang kuat dalam bidang hukum dan keadilan sosial, saya berkomitmen untuk mendalami isu-isu hukum yang relevan di masyarakat. Selain belajar saya juga terlibat dalam berbagai organisasi kemahasiswaan yang mendukung pengembangan diri dan kepemimpinan. saya percaya bahwa pendidikan adalah kunci yang untuk menciptakan perubahan positif. Mari terhubung dan berbagi pemikiran!

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Revitalisasi Bahasa Indonesia dalam Pendidikan Hukum: Menghadapi Tantangan Era Digital

8 Desember 2024   11:15 Diperbarui: 8 Desember 2024   11:19 40
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Dalam era digital yang semakin maju, revitalisasi bahasa Indonesia dalam
pendidikan hukum menjadi sangat penting. Bahasa Indonesia haruslah menjadi dasar komunikasi yang kuat dan efektif dalam dunia hukum, sehingga masing-masing elemen dalam proses peradilan dapat dimengerti dengan jelas. Namun, tantangan besar hadir dalam
bentuk globalisasi dan teknologi informasi yang cepat berkembang.


Bahasa Indonesia bukan saja sebagai identitas budaya bangsa, tapi juga sebagai alat komunikasi yang strategis dalam bidang hukum. Dokumen resmi, naskah putusan pengadilan, dan instruksi hukum haruslah ditulis dengan bahasa yang tepat dan jelas. Implementasi EYD dan KBBI menjadi sangat esensial untuk memastikan kesederhanaan
dan kejelasan dalam konteks hukum.


Ragam bahasa ilmiah memainkan peran penting dalam pendidikan hukum. Istilah
istilah spesifik yang digunakan dalam teori hukum haruslah dijelaskan dengan baik guna menghindari ambiguitas. Contohnya, kata „keadilan‟ dalam konteks hukum memiliki arti yang lebih spesifik daripada pengertian umum. Dengan demikian, siswa hukum dapat
memahami konsep hukum dengan lebih mendalam.


Kalimat efektif sangat berguna dalam menyusun dokumen hukum. Struktur kalimat yang jelas dan singkat membuat isi dokumen mudah dipahami. Misalnya, kalimat “Mahasiswa yang gagal membayar biaya kuliah akan dikeluarkan” lebih efektif daripada “Mahasiswa yang tidak membayar biaya kuliah akan dikeluarkan”. Kalimat yang efektif
seperti inilah yang perlu digunakan dalam penyusunan dokumen resmi.


Paragraf efektif juga merupakan komponen penting dalam riset hukum. Suatu paragraf haruslah memiliki struktur logis yang memfasilitasi pembaca untuk mengikuti argumen yang sedang dibahas. Contohnya, sebuah paragraf yang membahas tentang implikasi hukum dari praktik pernikahan anak-anak haruslah mulai dengan definisi masalah, kemudian dilanjutkan dengan analisis teoritis, dan diakhiri dengan rekomendasi praktekal.


Era digital telah membawa banyak perubahan dalam cara kita berinteraksi dan berkomunikasi. Media sosial dan aplikasi online telah menjadi sarana utama dalam menyebarkan informasi. Namun, tantangan besar yang dihadapi adalah bagaimana memastikan akurasinya informasi yang tersebar. Informasi yang salah atau tidak lengkap dapat menyebabkan kesalahpahaman dan gangguan dalam proses peradilan.


Untuk menghadapi tantangan era digital, beberapa solusi dapat ditempuh. Pertama,
implementasi teknologi informasi yang canggih namun aman haruslah dilakukan. Sistem manajemen dokumen digital yang aman dapat membantu memastikan integritas data penting. Kedua, pendidikan bahasa Indonesia yang intensif harus dilanjutkan guna meningkatkan kesadaran siswa hukum tentang pentingnya komunikasi efektif dalam dunia hukum. Akhirnya, koordinasi antara lembaga-lembaga resmi dan komunitas akademis sangat penting untuk memastikan standarisasi bahasa hukum yang digunakan. Denganr evitalisasi bahasa Indonesia dalam pendidikan hukum, kita dapat membangun struktur komunikasi yang kuat dan efektif di tengah era globalisasi dan teknologi informasi cepatb erkembang. Bahasa Indonesia bukan saja identitas bangsa, tapi juga sarana strategis untuk menciptakan keadilan yang lebih transparan dan efisien.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun