Meneropong  K award 2021 dari Jogja
Sayyid jumianto
Sungguh rasanya hiruk pikuk k awards terasa adem ayem, ada sebuah "adat" ,vote untuk kriteria tertentu yang buatku biasa saja.
Pandemi corona sekali lagi ternyata mengubah cara pandang saya "tentang sebuah eksistensi"untuk sebuah karya tulis dan video kita di kompasiana.
Karena sebuah tulisan akan menjadi sejarah hanya dalam hitungan detik, bukan aku anti kemajuan tetapi ini nyata.
Sebab ini harus kita sadari dulu menulis untuk bisa dibaca harus sabar bagi penulis dan pembacanya karena sistem kala iru.
Bila saya teropong bisa jadi inilah alur kenapa tulisan kita cepat jadi sejarah dan membeku di artefak kompasiana.
Ajang k award bisa jadi untuk tunjukkan siapa yang jumowo, menang dan itulah "kehidupan nyata" diblog keroyokan ini .
Vote bisa jadi menafikkan penulis ala kadarnya yang sempat nulis kalau niat saja yang bersaing dengan pencari point dan Pv itu nyata adanya.
Sungguh tidak bisa bedakan penulis rajin dan "malas-malasan",yang ada mutu dan imbasnya pada iklan yang selalu ada di tulisan kita ada benarnya juga
Sungguh k award bisa jadi pertarungan semu diantara kita sebagai penulis tetapi itu nyata, karena sebuah tulisan bisa mengubah pola pikir dan tindak kita kedepannya.