
Kedua tokoh nasional ini berpandangan yang sama tentang kebocoran APBN. Jika Prof. Soemitro, yang Bengawan ekonomi di era Soeharto, menyatakannya dalam angka persentase, maka Prabowo Subianto, yang mantan Pangko Kostrad, menyatakannya dengan angka bulat. Menurut tokoh kita yang pertama, yang juga ayah dari tokoh kedua kita, kebocoran APBN dalam kisaran 40 – 50%, tetapi menurut yang kedua kebocorannya dalam kisaran Rp1.000 T.
Sebetulnya, angka bulat Prabowo bedanya ngak jauh-jauh benar dengan angka Sang Ayahendanya, yang juga pernah mencari suaka politik di era Soekarno iitu. Kisaran 40 – 50% tersebut, dengan angka APBN dewasa ini, baik 2014 maupun 2015, ya sekitar Rp1.000 T juga. Jadi, apa bedanya nya dong dengan Capres 2014 kita ini? Banyak. Banyak sekali.
Misalnya, saya sejauh ini belum pernah dengar ada yang membantah pernyataan Prof. Soemitro, yang waktu itu adalah Tim Ekonomi Soeharto dan yang juga Peneliti dari Universitas Indonesia. Sebaliknya, pernyataan Prabowo mengundang banyak sanggahan dan/atau pertanyaan termasuk dari Presiden SBY dan Menko Perekonomian CT.Kenapa?
Pertama, menurut ogut, pernyataan Peneliti selain cenderung dipercaya publik, kemistri (raut muka, suara, dan gerak tubuhnya) Prof. Soemitro ketika memberikan pernyataan pers pada waktu itu begitu meyakinkan (convincing). Hal yang sama tidak dimiliki oleh Prabowo ketika mengangkat isu kebocoran APBN dalam debat Capres 2014 bulan Juli yang lalu. Mungkin dampaknya sedikit berbeda jika Prabowo menyatakan bahwa angka itu dikutip (quoted) dari beberapa Peneliti termasuk dari para Peneliti internasional seperti Peneliti Bank Dunia dan IMF.
Benar seperti yang sering dikatakan media orangnya yang membuat berita bukan substansinya. Penampilan (kemistri) akan berujung pada hasil yang berbeda.
Catatan:
Foto Prabowo:
https://www.google.co.id/?gws_rd=cr&ei=j3jpU83tNuOGjALQ4oHgCg#q=foto+prabowo, diakses 12 Agusuts 2014.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI