Mohon tunggu...
Alifiano Rezka Adi
Alifiano Rezka Adi Mohon Tunggu... pelajar/mahasiswa -

Mahasiswa Arsitektur FT UGM Yogyakarta, yang slogannya better space better living, ayoo hidupkan ruang disekitar kita biar dunia ini lebih berwarna :DD

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Menilik Indahnya Arsitektur Bambu di Pasar Kejujuran Jumoyo

26 Mei 2015   09:27 Diperbarui: 17 Juni 2015   06:35 463
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

[caption id="attachment_420282" align="aligncenter" width="600" caption="bangunan mushola di kompleks Pasar Kejujuran Jumoyo, Magelang"][/caption]

Dalam perkembangannya, bambu telah digunakan sebagai material bangunan alternatif selain beton, kayu, atau baja. Sifat-sifat bahan maupun mekanisnya sangat memungkinkan baik dijadikan sebagai struktur bangunan maupun sebagai elemen pengisi. Bambu yang telah diawetkan atau dirawat secara khusus dapat bertahan hingga 20 tahun. Hal ini tentu sangat menguntungkan jika melihat persediaan kayu untuk industri menurun setiap tahunnya. Di dalam bangunan, material bambu dapat digunakan di semua bagian bangunan dari pondasi, lantai, dinding, hingga atap. Keunggulan bambu dapat dimanfaatkan baik sebagai struktur maupun hanya sebagai elemen estetika.

[caption id="attachment_420283" align="aligncenter" width="489" caption="beberapa karya arsitektur bambu"]

1432605711510327502
1432605711510327502
[/caption]

Bambu bagi bangsa Indonesia khususnya dalam hal arsitektur bukanlah hal yang baru, karena telah banyak digunakan pada bangunan-bangunan masyarakat tradisional. Sayangnya sebagian besar masyarakat masih menganggap material bambu sebagai golongan material konstruksi kelas bawah yang jauh dari kesan modern, material tradisional yang berharga murah dan hanya dimanfaatkan oleh kaum miskin, tersisihkan dan terbelakang. Padahal, material bambu memiliki daya tahan yang sangat baik terhadap bahaya gempa. Ketika terjadi gempa, rumah tinggal yang dibuat dari bambu tidak akan langsung roboh karena sifat bambu yang elastis dan ringan, selain itu dapat memberi waktu lebih lama bagi penghuninya untuk segera menyelamatkan diri. Pemakaian material bambu sebagai elemen struktur bangunan rumah tahan gempa masih merupakan solusi yang tepat jika dilihat dari segi ekonomi, kemudahan dan penyesuaian terhadap gaya yang diakibatkan oleh gempa jika dibandingkan dengan material struktur yang lain (Sukawi, 2010).

[caption id="attachment_420284" align="aligncenter" width="408" caption="aplikasi bambu pada bangunan arsitektur tradisional"]

1432605754915787776
1432605754915787776
[/caption]

Arsitektur bambu non-konvensional

Kini, mulai banyak muncul karya-karya arsitektur non-konvensional yang menggunakan bambu sebagai material utamanya. Seperti apa non-konvensional itu? Non-konvensional secara umum dipahami sebagai sesuatu yang tidak biasa, unik, dan di luar batas. Sebuah karya arsitektur bambu yang non-konvensional selain memiliki bentuk atau detail yang unik, juga berarti merekayasa atau memperlebar sifat dasar bambu, menambah batas kekuatan dan kelenturan dari yang standar kita ketahui selama ini. Bangunan bentang lebar atau bangunan tinggi tidak begitu mengherankan jika dibangun dengan beton atau baja dengan segala spek strukturalnya, namun bagaimana jika terbangun dari bambu? Yang kata orang itu material murah, terbelakang, tradisional, tapi dapat menjadi bangunan tinggi atau lebar. Tentu akan lebih memukau dan memiliki nilai keunikan dan keindahan tersendiri, dan tentu akan mengangkat bambu sebagai material yang lebih diperhatikan dan dihargai.

Karya di Desa Jumoyo, Magelang

Salah satu karya arsitektur bambu yang luar biasa dapat kita temui di kompleks Pasar Kejujuran Jumoyo, Kecamatan Salam, Magelang. Kompleks buah karya arsitek Eugenius Pradipto (arsitektur UGM) ini dilatarbelakangi oleh arus deras lahar dingin akibat erupsi merapi tahun 2010 yang melanda desa Jumoyo dan pasar di desa tersebut yang menjadi sumber penghidupan warga. Kompleks Pasar Kejujuran berisi beberapa unit bangunan yang mendukung fungsi pasar. Kabarnya kini kompleks ini sedang dibangun untuk mengaktifkan kembali dan memperluas pasar Jumoyo.

Dari sekian banyak bangunan yang berdiri di kompleks ini, ada satu bangunan yang begitu mencolok, yaitu sebuah mushola yang terletak di ujung depan kompeks Pasar Kejujuran. Bangunan mushola ini menjulang tinggi dengan bentuk bangunan yang sangat unik, indah, dan jelas non-konvensional. Kesan pertama ketika kita melihat bangunan ini memang tidak seperti mushola atau masjid pada umumnya. Namun ketika kita memasuki bagian dalamnya, tanpa penanda khusus pun, kita akan langsung mengetahui bahwa bangunan ini adalah mushola dengan nuansa interior yang sangat menawan, detail tinggi, namun tidak mengurangi kesan khitmat dan suci sebagai bangunan tempat ibadah.

Proses Konstruksi

Hal yang sangat menarik adalah ketika membahas mengenai proses pembangunannya. Menurut sang arsitek, beliau merancang bangunan tersebut tanpa menggunakan gambar kerja. Artinya bangunan benar-benar dikonsep dan dipikirkan bentuknya di lapangan langsung, tidak lagi di atas meja atau didepan komputer. Menurutnya, akan begitu rumit memikirkan gambar 2 dimensi ataupun model 3 dimensi detail struktur yang kompleks seperti pada bangunan mushola tersebut. Dengan proses yang berjalan di lapangan, baik arsitek dan tukang akan dapat saling bertukar pikiran dan langsung diaplikasikan dalam konstruksinya. Beliau melanjutkan, meskipun tanpa gambar kerja, namun tetap diperlukan logika struktur, logika gaya dan pembebanan bangunan, serta aspek kenyamanan termal dalam ruang dalam bangunan. Tentu saja metode konstruksi seperti ini tidak dapat sembarang dilakukan setiap orang, kecuali sudah memiliki pengalaman tinggi dalam rancang bangun bambu dan paham tentang teknologi bambu.

[caption id="attachment_420285" align="aligncenter" width="614" caption="proses pembangunan bangunan mushola"]

1432605868275167124
1432605868275167124
[/caption]

Karena konstruksi bambu tergolong ringan (tidak seberat beton atau baja), maka pondasi bangunan menggunakan sistem umpak. Pondasi umpak yang digunakan dibuat dari buis beton yang diisi dengan kerikil tanpa semen sehingga air dapat meresap dengan mudah ke dalam tanah. Bambu sangat rentan dengan kelembaban akibat hujan atau genangan air. Dengan umpak berisi kerikil ini, selain bambu tidak kontak langsung dengan tanah yang lembab, air juga tidak naik keatas melalui pori bambu karena kerikil-kerikil dalam buis beton tidak menyimpan air. Menurut sang arsitek, umpak dari beton masih dapat menyimpan air alias masih mengandung kelembaban, sehingga berpotensi dapat terserap ke dalam bambu yang ada di atas umpak tersebut. Berbeda dengan pondasi kerikil yang karena tidak sepadat beton, mengakibatkan tidak ada kesempatan air menggenang atau tersimpan dalam umpak sehingga muka bambu diatas umpak akan tetap kering dan terhindar dari kelembaban tinggi.

[caption id="attachment_420286" align="aligncenter" width="355" caption="pondasi umpak dengan isi kerikil"]

14326059326409517
14326059326409517
[/caption]

[caption id="attachment_420287" align="aligncenter" width="600" caption="perletakan titik-titik pondasi umpak"]

14326059881921074240
14326059881921074240
[/caption]

[caption id="attachment_420288" align="aligncenter" width="600" caption="pemasangan struktur bambu diatas pondasi umpak"]

1432606045686156206
1432606045686156206
[/caption]

Pertimbangan kelembaban dengan menggunakan material alam juga terlihat pada ruang wudhu yang ada di kanan-kiri ruang masjid. Ruang wudhu dibuat terbuka tanpa atap dan menggunakan struktur dinding dan lantai dari batu kali. Cara seperti ini bertujuan untuk menjaga dinding dan lantai dari kelembaban sehingga tidak memerlukan perawatan dan dapat bertahan lama.

[caption id="attachment_420289" align="aligncenter" width="600" caption="konstruksi dinding dan lantai dari batu kali pada ruang wudhu"]

143260619476666119
143260619476666119
[/caption]

Detail arsitektural yang memukau

Dinding bangunan tersusun dari pola anyaman yang dikolaborasikan dengan struktur bangunan untuk menghadirkan fasad bangunan yang lebih atraktif. Bentuk kolaborasi ini memperkaya kreativitas perlakuan bambu sebagai dinding bangunan sehingga selain aspek fungsional, aspek estetika dan kekuatan dapat menyatu dalam satu struktur dinding luar sebuah bangunan bambu. Susunan struktur dinding juga dikolaborasikan dengan material transparan untuk pencahayaan dalam ruang. Bukaan menjadi sangat unik karena terkesan muncul alami dari bentuk-bentuk struktur dinding yang saling bersilangan.

[caption id="attachment_420290" align="aligncenter" width="600" caption="dinding luar bangunan mushola dari kombinasi beberapa model struktur bambu dan bidang anyaman bambu"]

143260632287313028
143260632287313028
[/caption]

[caption id="attachment_420291" align="aligncenter" width="600" caption="dinding bagian dalam ruang yang atraktif mengkombinasikan pola struktur bersilangan dan bukaan yang tercipta di beberapa bagiannya"]

14326064271319467089
14326064271319467089
[/caption]

Sang arsitek menciptakan ruang interior dengan detail sangat tinggi baik dari segi struktur, sistem pencahayaan, dan juga penghawaan. Bila diperhatikan, puncak kerumitan struktur berada di bagian tengah depan ruang sholat. Hal ini untuk memberikan kesan megah seperti pada dinding depan mihrab masjid-masjid lainnya yang lebih megah dibandingkan ruangan yang lain, selain untuk mengarahkan pengunjung bahwa bagian ini arah orientasi ke arah kiblat. Detail struktur yang begitu kompleks dikolaborasikan dengan desain pencahayaan yang menawan pada bagian dinding depan tengah ini. Pola bukaan yang estetis memberi kesan sakral dan khitmat ketika kita melaksanakan ibadah tepat di posisi tengah depan mushola ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun