Probolinggo - Yono, pelaksana lapangan proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.J Jatiampuh yang didanai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) 2024, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang diterbitkan oleh salah satu media lokal di Kabupaten Probolinggo. Pemberitaan tersebut berjudul "Proyek Diduga Asal-Asalan di Desa Selogudik Wetan, Proyek dari PUPR DAK Tahun 2024 Milyaran Rupiah".
Dalam klarifikasinya kepada awak media yang disampaikan pada Kamis (15/08/2024), Yono mengucapkan terima kasih atas kontrol dan perhatian yang diberikan oleh media. "Saya ucapkan terima kasih karena pemberitaan tersebut menjadi kontrol bagi saya sebagai pelaksana di lapangan. Jika memang ada hal-hal yang kurang benar, tentu akan saya perbaiki. Namun, jika pemberitaan tersebut tidak sesuai fakta, saya berharap agar diluruskan," kata Yono.
Yono menjelaskan bahwa pekerjaan yang dilakukan di lapangan telah sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditetapkan. Ia merinci bahwa fondasi proyek memiliki ukuran 50x50 cm, tinggi pasangan 140 cm, dengan kemiringan 20 derajat dan lebar atas 30 cm. Ia juga menegaskan bahwa bahan-bahan yang digunakan, seperti semen, merupakan produk Gresik yang telah digunakan secara konsisten sejak awal proyek.
Mengenai penggunaan batu besar, Yono menjelaskan bahwa batu-batu tersebut masih perlu dipecah sebelum digunakan dalam proyek. "Batu-batu besar yang belum dipasang masih akan dipecah terlebih dahulu. Ini adalah bagian dari proses pekerjaan yang berjalan sesuai dengan rencana," jelasnya.
Lebih lanjut, Yono menekankan bahwa bahan-bahan material untuk proyek ini didatangkan dari sekitar Desa Selogudig Wetan, dan tidak diambil dari luar desa atau kabupaten. Proyek yang dikerjakan oleh CV. Koes Perdana ini melibatkan tenaga kerja lokal dari wilayah sekitar, seperti Selogudig Kulon, Selogudig Wetan, Condong, dan Racek Wonorejo, dengan memprioritaskan warga sekitar.
Proyek ini dijadwalkan mulai pada 14 Juni 2024 dan diperkirakan selesai pada 10 November 2024, dengan nilai kontrak sebesar Rp. 1.773.406.800,- termasuk pajak. Yono juga menyampaikan bahwa pekerjaan ini telah memenuhi standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sesuai dengan aturan yang berlaku.
Menanggapi pemberitaan sebelumnya, Yono berharap agar informasi yang disampaikan oleh media dapat lebih akurat dan menjadi bahan koreksi yang konstruktif. "Saya berterima kasih kepada media karena hal ini membuat saya lebih berusaha untuk melakukan pekerjaan dengan lebih baik lagi. Mudah-mudahan pemberitaan tersebut juga menjadi bahan koreksi untuk kami di lapangan," tutup Yono.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H