[caption id="" align="aligncenter" width="500" caption="Bangku-Bangku Taman Cikapundung Riverspot (Foto: Alee)"][/caption]
SEPINTAS, nama taman yang berada di Jalan Cipundung Timur Bandung itu seperti nama area wisata di Eropa, ya… padahal itu berada di Bandung. Iya, di Bandung, Kota Parahyangan yang terus bersolek pasca memperingati Konfrensi Asia-Afrika (KAA) ke-60.
Setelah sepanjang Jalan Asia-Afrika hingga Alun-alun Bandung, jalan-jalan yang berada di sekitar area Gedung Merdeka pun ikut dipercantik, salah satunya area bekas lapangan parkir kendaraan dan loper koran yang dijajakan tiap pagi di Jalan Cikapundung Timur yang diubah menjadi taman asri Cikapundung Riverspot (CR).
CR menjadi area publik baru yang diminati wisatawan lokal, terbukti pada saat ke sana, baik siang ataupun malam hari pengunjung cukup ramai. Dalam area yang cukup lapang tersebut terdapat deretan bangku bermeja berukuran persegi empat, berwarna merah menyala yang menggoda untuk segera bersinggah, sekadar melepas lelah atau menikmati makanan kecil di sana.
[caption id="" align="aligncenter" width="500" caption="Jalan Cikapundung Timur yang Makin Rame Pengunjung (Foto: Alee)"]

Di depan bangku-bangku yang berjumlah kurang lebih 16 buah tersebut, ada undakan-undakan lantai meliuk-liuk yang juga nyaman untuk duduk-duduk. Lantai terbuat dari semen yang dicetak sedemikian rupa sehingga terlihat kokoh.
Nah, pada ruang terbuka yang berada di tengah-tengah antara bangku dan undak-undakan tersebut terdapat lantai yang diberi garis melingkar-lingkar. Kurang lebih berukuran dua meter persegi. Di sana ada lubang-lubang kecil serta lampu aneka warna. Pada saat-saat tertentu, dari lubang pipa tersebut meluncur air mancur, yang bergerak mengikuti iringan musik.
Kebetulan saat ke sana, waktu menjelang sore, area sedang dijadikan tempat latihan para dancer, pengunjung mendapat sajian gratis para dancer. Di ujung tarian, air mancur ikut menari mengikuti iringan musik. Tinggi-rendahnya kurang lebih 0,5-2 meter, selaras dengan lagu We Are The Champion dari Queen. Beberapa pengunjung langsung mendekat dan mengabadikan dengan kamera smartphone-nya.
Karena penasaran, usai magrib kembali ke sana, dan benar saja, pengunjung makin tumpah ruah menyaksikan air mancur yang sedang menari-nari mengikuti detakan musik dan lagu. Dari mulai instrumen lagu Halo-halo Bandung dengan iringan musik angklung, instrumen Manuk Dadali yang diiringi musik orkesta, hingga lagu We Are The Champion dari Queen yang penuh semangat.
[caption id="attachment_417056" align="aligncenter" width="500" caption="Air Mancur Mulai Menari Mengikuti Musik (Foto: Alee)"]

[caption id="attachment_417057" align="aligncenter" width="500" caption="Pengunjung Cikapundung Riverspot Mendekati Air Terjun (Foto: Alee)"]

Pengunjung bisa menyaksikan air mancur menari tersebut dari bangku-bangku merah, undakan yang meliuk-liuk yang mengelilingi air mancur, yang ternyata jika malam hari berpenerang lampu warna biru muda, terlihat makin menambah cantik. Pengunjung juga bisa naik pada bangunan berlantai dua di sebelah kiri taman.
[caption id="attachment_417058" align="aligncenter" width="500" caption="Perpaduan Lampu Air Mancur dan Lampu Undakan Terlihat Cantik (Foto: Alee)"]


Sementara ini taman diurus oleh komunitas Bandung Clean Action. Air mancur akan menari pada pukul 07.00-10.00 pagi dan 19.00-22.00 malam. Pada hari biasa, air mancur akan menari setiap satu jam sekali dan pada akhir pekan setiap 30 menit sekali.
Lokasi CR tidak terlalu jauh dari Gedung Merdeka, sehingga wisatawan yang sedang menjajaki Jalan Asia-Afrika atau Alun-alun Bandung tinggal menuju ke sana dengan berjalan kaki. Jadi, jika sewaktu-waktu sedang berada di area tersebut, langsung saja menuju ke sana, tanpa menunggu waktu. Semoga saja, Cikapundung Riverspot menambang daya tarik wisata Kota Bandung dan terus meramaikan Indonesia Travel.[]
@KreatorBuku
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI