Adakah yang lebih membingungkan daripada pilihan?
Wahai, katakan padaku
Betapa pilihan mengobrak-abrik ketenanganku
Namun,
Akankah hidup berisi ketenangan yang abadi?
Tentu tidak, kata dia
Ketenangan hidup memang sepaket dengan penderitaan
Katanya, kalau aku bersedia hidup, pun aku harus siap menderita
Katanya juga, kalau mau tenang.. yaa sabar,
Nanti, kalau di surga
Tapi hey! Sudahkah aku memenuhi kriteria penghuninya?
Beri Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!