Banyak gedung bekas industri pertambangan batu bara yang terbengkalai menambah kesan horor di kota dengan luas 273,45 km ini. Belum lagi hawa mistis yang muncul akibat banyaknya orang rantai yang terbunuh disebabkan kerja rodi yang dilakukan pada zaman penjajahan dulu.
Pada tahun 2003 ditetapkannya visi baru untuk membangun daerah yakni mewujudkan Kota Wisata Tambang yang Berbudaya, Sawahlunto pun berbenah. Sejumlah cagar budaya, kereta api, termasuk lubang tambang di kota arang ini direvitalisasi.
Ir. H. Amran Nur memimpin Sawahlunto mengubah haluan dari yang dulunya dikenal sebagai kota tambang sekarang lebih dikenal dengan sebutan "Kota Wisata" dengan memanfaatkan gedung peninggalan Belanda, danau bekas tambang, membangun pemandian umum, dan keindahan alam Sawahlunto dengan topografi berbukitnya serta memberdayakan kerajinan daerah sekaligus dengan keramahan penduduknya menjadi daya tarik baru bagi wisatawan.Â
Waktu terus berjalan hingga akhirnya, tepat pada tanggal 6 Juli 2019, Sawahlunto kembali membuka mata setiap orang dan dunia dengan menjadi Situs Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO. Perjuangan yang dimulai dari tahun 2015 ini pun membuahkan hasil. Lalu, bagaimana dengan esok?
Dengan diresmikannya Kota Sawahlunto masuk daftar Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO dalam pergelaran Sesi ke-43 Pertemuan Komite Warisan Dunia, di Kota Baku, Azerbaijan sekaligus sebagai hasil perjuangan sebuah kota yang dulunya berjaya dengan tambangnya, lalu sempat mati dan hidup lagi dengan wajah baru.Â
Dengan demikian, menandakan bahwa visi Kota Sawahlunto yakni Menjadi Kota Wisata Tambang yang Berbudaya terwujud. Maka, tugas kita selanjutnya adalah menjaga julukan ini agar lestari demi menyongsong kejayaan Sawahlunto pada masa lalu, masa kini dan masa depan.
DAFTAR PUSTAKA
Buku:
Lindayanti, dkk. 2017. Kota Sawahlunto, Jalur Kereta Api, Dan Pelabuhan Telukbayur: Tiga Serangkai dalam Sejarah Pertambangan Batubara Ombilin di Sumatera Barat. Padang : Minangkabau Press.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI