Masjid Nurul Yamin dipersembahkan oleh  seorang Suami bernama H. Sofyan Noor kepada isteri  yang bernama Hj. Nurul Ainy dan orang tuanya H. Anwar Yamin.
Adapun nama Masjid tersebut diambil dari penggalan nama isteri dan penggalan nama orang tua dari H. Sofyan Noor, sehinggga menjadi Masjid  Nurul Yamin. Tapi  Kalangan anak muda Millenial menyebutnya Masjid Pink, karena masjid berwarna pink. Di bagian dalam dan di luar masjid didominasi warna pink.
Berkaitan dengan pendanaan pembangunan, kata salah seorang keluarga yang membangun masjid tersebut, bahwa pembangunan masjid Nurul Yamin atau masjid pink sebagiannya dari hasil menyisihkan uang dari harga tiket yang dibayar para pelanggan yang merupakan penumpang Bus P.O Hayak Tamara dan P.O. Maju Bersama.
Jadi Masjid Pink juga dimiliki oleh Siapa saja yang pernah menumpang Bus PO. Maju Bersama atau PO. Hayak Tamara.
Bisa di kolaborasi seperti demikian berkaitan dengan pendanaan pembangunan masjid itu,karena keluarga yang membangun masjid Nurul Yamin atau masjid pink tersebut, merupkan pemilik perusahaan otomotif tersebut.
Berkah yang tidak lari dengan adanya  pembangunan Masjid Nurul Yamin atau Masjid Pink adalah karena  burung  walet yang ada di sebelah Masjid itu tidak lari meninggalkan sarangnya. Bahkan menjadi aset bagi keluarga yang membangun Masjid Nurul Yamin atau Pink tersebut.
Kenapa sarang burung walet ada di sebelah Masjid Nurul Yamin atau Masjid Pink, karena sarang burung itu memang sudah lebih dahulu dibangunnya.
Sarang burung walet  dibangunnya sudah beberapa tahun di atas tanah milik keluarga yang membangunnya dan sudah pula mendatangkan hasilnya. Setelah itu baru  dibangun Masjid Nurul Yamin atau Masjid Pink.
Membangun Masjid tersebut merupakan suatu tindakan yang  spekulatif, karena membangun Masjid Nurul Yamin atau Masjid  Pink tepat bersebelahan dengan Sarang burung walet yang sudah berdiri.
Karena bila burung walet yang sudah ada di dalamnya  merasa terusik dengan aktivitas keagamaan dan aktivitas lainnya, lalu terbang meninggalkan sarangnya, maka terbang pulalah aset yang sangat berharga, padahal nilai bangunannya cukup mahal yang berkisar sekitar 800 juta dan harga dari hasil panen sarangnya untuk waktu berapa lama yang sulit untuk diperkirakan.