Tetapi fakta yang terjadi di stadion Kanjuruhan yang sangat Manas meski dimalam hari, menjadi malam yang mencekam bagai dineraka.
Satu persatu nyawa melayang, hingga tercatat menjadi 125 orang yang meninggal dunia, sebuah peristiwa yang tidak biasa, hingga menyebabkan ratusan nyawa melayang dengan sia-sia.
Permainan sepakbola pun ditangguhkan, para penegak hukum terus bergerak melakukan pendalaman dan penyelidikan kepada semua unsur, bahkan desakan untuk mencopot Kapolres Malang pun kian ramai diperbincangkan.
Polisi bertindak represif terhadap suporter yang menyebabkan emosi tak terkendali, dan suporter pun juga menyerang aparat keamanan secara membabi buta, hingga diketahui ada dua aparat keamanan yang turut meninggal dunia akibat insiden tersebut.
Lantas siapa yang harus dipersalahkan dalam insiden tersebut? Jika dicari kesalahan pada insiden tersebut, tentu saja banyak kesalahan fatal yang menyebabkan ratusan nyawa melayang.
Mulai dari gagalnya mengantisipasi hingga para suporter turun kedalam lapangan hijau, penembakan gas air mata, serta muatan kapasitas stadion yang over, sehingga tembakan gas air mata menjadi salah satu pemicu terjadinya desakan antar suporter hingga banyak yang sesak nafas dan meregang nyawa ditempat.
Sepakbola Olahraga yang paling mendapatkan tempat dihati rakyat Indonesia
Olahraga sepakbola adalah permainan sikulit bundar dilapangan hijau, merupakan olahraga yang paling mendapatkan tempat dihati rakyat Indonesia, sehingga suporter Indonesia yang selalu hadir mendukung tim kesayangannya, menyebabkan stadion kerapkali Over.
Tetapi tragedi di Stadion Kanjuruhan yang menyebabkan ratusan nyawa melayang dengan sia-sia memunculkan banyak tanda tanya dan spekulasi atas managemen penonton yang harus dilakukan oleh panitia penyelenggara.
Tragedi Kerusuhan di stadion Kanjuruhan ini menjadi sorotan dunia, betapa para pecinta sepakbola yang kerap melakukan kerusuhan saat tim kesayangannya harus kalah terhadap pihak lawan, namun metode antisipasi kerusuhan ini dianggap kurang tepat penanganannya, sehingga menyebabkan ratusan nyawa hilang dengan sia-sia.
Peristiwa yang terjadi di stadion Kanjuruhan Malang ini, menjadi tragedi yang paling memilukan dalam sejarah sepakbola Indonesia. Matinya para suporter sepakbola Indonesia, menjadi sisi kelam bagi kemajuan sepakbola Indonesia, sehingga harapannya kedepan tidak terjadi lagi peristiwa serupa.