[caption id="attachment_282807" align="alignleft" width="300" caption="Jatuh bangun, mencoba belajar jalan"][/caption] Hidup selalu penuh tantangan dan problematika. Janganlah minta sedikit masalah, tapi mintalah diberi kekuatan melewati setiap masalah dengan jiwa jernih dan tenang. Sekecil apapun masalah, tanpa bisa melaluinya pasti akan menjadi beban mahaberat dalam hidup ini. Putra kecilku baru berusia 10 bulan. Muh. Faqih Sulthon Ali Dhiya. Kini sedang dalam tahan belajar berjalan. Berkali-kali de Sulthon mencoba untuk melangkahkan kakinya sendiri.   Berkali-kali juga jatuh. Tekad kuatnya untuk bisa berjalan sendiri menjadi dorongan besar untuk segera bangkit kembali dan kembali melangkahkan kaki mungilnya. Meskipun berkali-kali jatuh, naluri anak mengatakan bahwa saya harus mandiri, yakni saya yakin bisa.  Saya harus belajar dan belajar ....sampai tanpa perlu dipapah lagi. Ada makna positif, yakni pembelajaran ditunjukkan bagi bundanya bahwa hidup harus struggle, tahan uji, dan tidak lekas menyerah. Hidup butuh perjuangan untuk melewati tantangan. Hidup harus bersemangat. [caption id="attachment_282823" align="alignright" width="300" caption="Ayo jalan doong..."][/caption] Jatuh sekali atau dua kali bukanlah akhir kehidupan, tapi pembelajaran penuh hikmah dapat menjadi bahan evaluasi untuk melangkah lebih baik. Saya tidak percaya, kalau seseorang menjadi pakar atau mahir karena dilahirkan sudah terlatih, tetapi yakin kalau orang sukses dan eksis itu ada karena suka berlatih. Latihan demi latihan ini membuat saya percaya, beberapa saat ke depan putraku sudah bisa berjalan sendiri. (**)
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H