Komplek Tahu Tempe di Bukit Kemuning, Kabupaten Lampung Utara, Lampung, menjadi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memproduksi tahu dan tempe. Usaha yang dimiliki per-individu kepala keluarga tersebut menjadi sentral produksi tahu dan tempe yang ada di Bukit Kemuning.
"Daerah ini (Komplek Tahu Tempe) menjadi sentral produksi tahu tempe karena banyaknya orang yang di komplek ini memprodukis tahu dan tempe," kata Sunarti , salah satu pengusaha tahu dan tempe saat di temui di rumah produksi tempenya (19/10/2020).
Ia mengatakan lebih kurang 50 kepala keluarga yang memiliki usaha tahu dan tempe atau salah satunya. Hal itu disebabkan turun menurunnya usaha tersebut kepada anak-anak sampai ke cucunya. Selain itu, banyaknya orang yang berminat untuk melakoni usaha tahu atau tempe.
"Selain tempe dan tahu, ada juga yang memproduksi tempe gembus dan oncom. Namun tidak semua orang hanya beberapa orang saja," tambahnya.
Selain itu menurut Sutarji salah satu pengusaha tempe lainnya mengtakan,UMKM yang di kelola oleh masing-masing kepala keluarga tersebut juga menjadi salah satu solusi pengangguran yang ada di Indonesia.
"Kalau mau cari kerja di sini (Komplek Tahu Tempe) sebenarnya banyak, namun harus dengan niat yang serius dan konsisten."
Ia menambahkan, banyaknya oarang yang mecari tahu atau tempe untuk di jual kembali di pasar ataupun warung, belajar proses pembuatan tahu atau tempe, dan perneh menjadi tempat penelitian, juga menjadi alasan kenapa daerah tersebut menjadi sentral tahu dan tempe di Bukit Kemuning.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H