Penghasilan tukang penyeberangan Sungai tergolong lumayan besar untuk jenis pekerjaan kasaran/buruh karena dalam sehari semalam bisa meraih uang sampai 1 juta rupiah dibagi menjadi tiga 50% untuk pemilik perahu, 50 % untuk tukang penyeberangan.
Dalam sehari semalam biasanya ada 3 ship tenaga penyeberaangan di satu perahu dengan jam kerja sekitar 8 jam. Rata-rata setiap tukang penyeberang dalam kerja 8 jam mendapatkan upah Rp. 200.000 jumlah yang cukup untuk keperluan keluarga.
Penyeberangan sungai Kalimas ini tidak pernah mengenal hari libur, jadi selalu buka antara pukul 05.00 - 19.00 WIB, tutup malam hari.
Penyeberangan Menggunakan Perahu Tanpa MesinÂ
Bagaimana cara menggunakan perahu penyeberangan yang tanpa mesin ini?
1.Di dua  ujung sungai dibuat tempat atau terminal penyeberangan dengan fasilitas parkir kendaraan sekitar 15-20 kendaraan roda dua, juga dibangun besi pancang untuk meletakkan tali seling (tali yang akan digunakan oleh tukang peahu untuk menarik perahu)
2. Penumpang yang akan menyeberang naik ke perahu secara bergantian sesuai urutan, setelah 15 kendaraan dan penumpang perahu  sudah ada di atas perahu, maka tukang perahu akan menarik perahu dengan menggunakan tali seling, setelah perjalanan sekitar 3-5 menit sampailah pada sisi satunya dan penumpang akan turun setelah perahu ditambatkan pada tiang pancang yang sudah tersedia di kedua tempat penyeberangan sungai.
3. Setelah semua penumpang turun, di sisi Timur sungai, Â maka penumpang yang akan menyeberang ke sisi satunya yang tadi sudah menunggu giliran akan naik perahu untuk diseberangkan ke sisi sungai sebelah Barat. Begitulah perahu menurunkan penumpang, akan ada yang naik lagi untuk diseberangkan ke sisi sungai di sana.
dua terminal penyeberangan sungai Kalimas menggunakan perahu (dokpri)
Pernahkah Anda memanfaatkan penyeberangan sungai, atau adakah di daerah Anda penyeberangan sungai atau perairan dengan perahu tanpa mesin? Silahkan tulis pengalaman Anda di Kompasiana.