Â
terus berusaha, kaubilang
karna usaha ini takkan begitu saja hilang
semua tertuang
dalam buku catatan amal kita kelak saat telah berpulang
(Asa yang Tak Redup #Nisrina).
Â
Luput dari Kematian.
Bay merasa seperti ada petir yang menggelegar di tengah benak ketika sebuah tumbukan menghantam belakang kepalanya. Kakinya tak lagi kuasa menahan beban tubuh, sebelum semuanya berubah menjadi gelap. Hitam.
Entah berapa lama Bay tak sadarkan diri, ketika lamat-lamat dia seperti mendengar suara kim dipetik dengan nada yang amat sendu lalu sunyi kembali, berganti dengan mengalirnya cairan ke dalam mulutnya. Kadang terasa manis dan berbau harum, walau tak jarang begitu pedas, pahit juga membakar tenggorokan. Hingga suatu ketika ia merasa tubuhnya segar luar biasa.
Perlahan dia membuka mata. Tapi pemandangan di hadapannya langsung membuatnya terkesima.