Mohon tunggu...
Ahmad Rusdiana
Ahmad Rusdiana Mohon Tunggu... Dosen - Praktisi Pendidikan, Penulis, Peneliti, Pengabdi, Pendiri/Pembina YSDPAl-Misbah Cipadung Bandung-Pendiri Pembina Yayasan Tresna Bhakti Cinyasag-Panawangan-Ciamis Jawa Barat. Peraih Kontributor Terpopuler Tahun 2024 di Repositori UIN Bandung

"Kompasiana Best Fiction Award Explorer" 22/1/2025

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Pembangunan Karakter Era Kompetitif: Membangun Generasi Tangguh Bersama Guru Hebat

28 November 2024   17:02 Diperbarui: 28 November 2024   17:10 71
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: Dok. Kiriman dari MA Matlaul Anwar Pamentasan Cipatik Kab. Bandung (28/11/2024)

Pembangunan Karakter untuk Era Kompetitif: Membangun Generasi Tangguh Bersama Guru Hebat

Oleh: A. Rusdiana

Evaluasi kinerja guru, seperti yang terlihat dalam dokumen kegiatan di Madrasah Aliyah Mathlaul Anwar Kabupaten Bandung, menggambarkan pentingnya peran guru sebagai aktor utama dalam pembangunan karakter siswa. Dunia saat ini berada dalam era 5.0, di mana teknologi menjadi sentral, tetapi karakter manusia tetap menjadi kunci keberhasilan. Generasi Z menghadapi berbagai tantangan seperti perubahan teknologi yang cepat, globalisasi, dan kompetisi kerja yang semakin ketat. Berdasarkan teori pembangunan moral Kohlberg, karakter moral yang kokoh adalah dasar untuk menghadapi tantangan ini. Nilai-nilai Pancasila menjadi panduan utama bagi bangsa Indonesia dalam menjaga jati diri generasi muda. Namun, terdapat GAP signifikan antara kebutuhan membangun karakter yang kokoh dan fokus pendidikan yang sering kali lebih mementingkan aspek akademik. Guru sebagai penjaga moral memiliki peran penting untuk menutup kesenjangan ini melalui pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kognisi, tetapi juga karakter. Tulisan ini bertujuan untuk membahas bagaimana pembangunan karakter melalui peran guru dapat membentuk generasi muda yang tangguh untuk menghadapi era kompetitif dan mewujudkan Indonesia Emas 2045. Berikut ini adalah eksplorasi lebih lanjut mengenai Kolaborasi Guru, Pemerintah, dan Industri:

Pertama: Guru sebagai Penjaga Moral dan Pembentuk Karakter; Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga penjaga moral yang membentuk karakter siswa. Evaluasi kinerja guru, seperti yang terlihat dalam foto, mencerminkan tanggung jawab besar guru untuk memastikan pendidikan karakter berjalan dengan baik; 1) Guru dapat menjadi teladan bagi siswa dengan menunjukkan integritas, disiplin, dan tanggung jawab; 2) Melalui kurikulum berbasis nilai Pancasila, guru membantu siswa memahami pentingnya karakter moral dalam kehidupan sehari-hari.

Kedua: Integritas sebagai Pilar Utama Karakter Kompetitif; Integritas menjadi fondasi bagi generasi muda untuk bersaing di era global. Guru dapat mengintegrasikan nilai-nilai integritas dalam kegiatan belajar mengajar, misalnya: 1) Menerapkan sistem kejujuran akademik, seperti larangan menyontek; 2) Memberikan penghargaan kepada siswa yang menunjukkan sikap jujur dan bertanggung jawab dalam tugas mereka.

Ketiga: Kolaborasi dan Kerja Sama di Era 5.0; Kemampuan untuk bekerja sama dalam tim adalah keterampilan yang harus dimiliki generasi muda di era ini. 1) Guru dapat membangun kerja sama siswa melalui proyek kelompok atau simulasi yang melibatkan pemecahan masalah bersama; 2) Dengan bantuan teknologi seperti Learning Management Systems (LMS), kolaborasi lintas sekolah bahkan lintas negara dapat dilakukan untuk memperkuat kemampuan bekerja dalam tim multikultural.

Keempat: Tanggung Jawab Sosial sebagai Bagian dari Pendidikan Karakter; Generasi Z perlu dididik untuk memahami bahwa keberhasilan mereka juga harus membawa dampak positif bagi masyarakat. 1) Guru dapat melibatkan siswa dalam proyek pengabdian masyarakat, seperti program peduli lingkungan atau bantuan sosial; 2) Dalam konteks pendidikan Pancasila, tanggung jawab sosial memperkuat sila kedua dan kelima, yaitu "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab" serta "Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia."

Kelima: Nilai Nasionalisme sebagai Dasar Kebangsaan; Meskipun hidup di era globalisasi, generasi muda harus tetap memegang teguh nilai-nilai nasionalisme; 1) Guru dapat menanamkan cinta tanah air melalui pembelajaran sejarah, budaya, dan kegiatan ekstrakurikuler seperti lomba seni daerah; 2) Pemanfaatan teknologi digital juga dapat memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia, membangun rasa bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

Pada prinsipnya, Pembangunan karakter untuk era kompetitif adalah langkah krusial dalam mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan. Guru memiliki peran penting sebagai penjaga moral yang membentuk nilai-nilai integritas, kerja sama, tanggung jawab sosial, dan nasionalisme di kalangan generasi muda. Untuk mendukung pembangunan karakter ini, beberapa rekomendasi yang dapat diimplementasikan adalah: 1) Penguatan evaluasi kinerja guru yang tidak hanya menilai aspek akademik, tetapi juga keberhasilan dalam pendidikan karakter. 2) Penerapan kurikulum berbasis nilai Pancasila untuk memastikan pendidikan karakter tetap menjadi prioritas. 3) Pemanfaatan teknologi pendidikan untuk mendukung kolaborasi dan pembelajaran berbasis proyek. 4) Peningkatan kegiatan ekstrakurikuler yang menanamkan nilai nasionalisme dan tanggung jawab sosial, dan 5) Pengembangan program pelatihan guru untuk membekali mereka dengan keterampilan membangun karakter siswa.

Dengan guru hebat yang mampu membangun karakter generasi muda, Indonesia tidak hanya kuat, tetapi juga mampu bersaing di tingkat global menuju Indonesia Emas 2045. "Guru Hebat, Indonesia Kuat!" Guru sebagai penjaga moral memegang peran sentral dalam membangun karakter generasi muda yang berintegritas, berkolaborasi, dan bertanggung jawab menghadapi era kompetitif. Wallahu A'lam.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun