Mohon tunggu...
Ahmad Rusdiana
Ahmad Rusdiana Mohon Tunggu... Dosen - Praktisi Pendidikan, Penulis, Peneliti, Pengabdi, Pendiri/Pembina YSDPAl-Misbah Cipadung Bandung-Pendiri Pembina Yayasan Tresna Bhakti Cinyasag-Panawangan-Ciamis Jawa Barat. Peraih Kontributor Terpopuler Tahun 2024 di Repositori UIN Bandung

"Kompasiana Best Fiction Award Explorer" 22/1/2025

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Peran Guru sebagai Fasilitator Digital, Strategi Membangun Talenta Muda untuk Era 5.0

28 November 2024   07:31 Diperbarui: 28 November 2024   07:42 65
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: Dok. Kegiatan Bimbingan Penulisan Proposal Skripsi berbasis digital SALAM MPI S1 Kelompok 16 (Senin, 25 Nop 2024)

Peran Guru sebagai Fasilitator Digital: Strategi Membangun Talenta Muda untuk Era 5.0

Oleh: A. Rusdiana

Dalam era digital yang semakin maju, teknologi telah mengubah hampir setiap aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Di Indonesia, generasi muda, terutama Gen Z, menghadapi tantangan besar untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi di era 5.0. 

Transformasi ini menuntut pendidikan untuk berfungsi lebih dari sekadar mengajarkan materi, pendidik juga harus menjadi fasilitator digital yang membantu siswa mengembangkan keterampilan abad ke-21. 

Teori pembelajaran konstruktivis menekankan pentingnya pengalaman aktif dalam proses belajar. Dalam konteks ini, teknologi menjadi sarana vital untuk mendorong siswa belajar secara mandiri dan kritis. Namun, kesenjangan antara pemanfaatan teknologi dan kesiapan pendidik menjadi masalah nyata.

 Banyak guru yang belum sepenuhnya memahami peran mereka dalam mendukung transformasi ini. Artikel ini bertujuan untuk menggali tiga langkah operasional bagi guru sebagai fasilitator digital untuk membangun talenta muda yang siap bersaing di era 5.0. Berikut ini adalah eksplorasi lebih lanjut mengenai Peran Guru sebagai Fasilitator Digital: Strategi Membangun Talenta Muda untuk Era 5.0: 

Pertama: Memberikan Pelatihan Literasi Digital; Langkah pertama adalah membekali siswa dengan literasi digital yang memadai. 

Literasi digital mencakup pemahaman tentang cara menggunakan teknologi secara etis, aman, dan produktif. Guru dapat: 1) Menyelenggarakan pelatihan praktis: Misalnya, mengajarkan cara mengenali informasi palsu, melindungi privasi digital, dan menjaga etika dalam interaksi daring; 2) Mengintegrasikan literasi digital dalam kurikulum: Materi tentang keamanan siber atau penggunaan alat kolaborasi seperti Google Workspace dapat dimasukkan dalam pelajaran reguler. 

Dengan literasi digital yang kuat, Gen Z dapat lebih percaya diri dan siap menghadapi tantangan global.

Kedua: Membimbing Penggunaan Sumber Belajar Daring; Guru berperan penting dalam membantu siswa memanfaatkan sumber belajar daring secara efektif. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun