Dan sebab itu pula, Mas Abi kembali menjadi pribadi yang tidak mandiri, menjadi terus  bergantung pada orangtua dan juga istrinya sendiri.
Pekerjaan Mas Abi saat itu hanya mencari-cari kesibukan saja yang tidak mendapatkan penghasilan tetap.
Perjuangan Mbak Roro yang patut aku acungkan jempol, yaitu bagaimana harus berjuang menyekolahkan anaknya, bagaimana saat kehamilan kedua, ketiga, yang sangat luar biasa, serta bagaimana agar mereka tetap bisa hidup dan bertahan.
Kembali lagi yakin bahwa memang rezeki sudah di atur oleh Allah ....
Saat ini, anak-anak mbak Roro tumbuh dewasa, anak pertama sudah Lulus SMA 3 tahun yang lalu dan saat ini sudah bekerja, anak kedua  baru saja lulus SMA dan sedang proses mencari kerja, sehingga mereka sudah bisa membantu mbak Roro.
Tapi, Allah kembali kasih mbak Roro ujian, dimana mbak Roro terkena PHK dari Perusahaannya saat pandemi kemarin.
Mbak Roro tidak patah semangat, Mbak roro berjualan nasi serta lauk pauk di dekat rumah, Alhamdulillahnya berjalan dengan baik.
Ketika keadaan sudah membaik, anak laki-laki pertama mbak Roro tertimpa penyakit, tiba-tiba tidak bisa jalan, ada kerusakan syaraf di bagian kepalanya.
Mbak Roro dengan ikhlas mengurus anaknya sampai sembuh kembali dan itu memakan waktu tidak sebentar.
Hampir beberapa bulan keuangan mbak Roro juga tidak stabil dan amburadul, untungnya Ayah , Ibu , saudara-saudara mas Abi dan mbak Roro sendiri ikut membantunya.
Alhamdulillahnya, setelah hampir 1 tahun lamanya, seperti ada keajaiban , anak laki-laki mbak Roro sehat kembali dan sudah bisa beraktifitas kembali. Dan perlahan-lahan kembali  bisa membantu keadaan ekonomi mbak Roro.