Menjadi raja Asia Tenggara tidak membuat puas timnas voli putra Indonesia. Kali ini mereka mengasah tajinya di AVC Challenge Cup 2023 yang dihelat di Taiwan. Dalam pul F, Indonesia bergabung dengan Srilangka dan Bahrain.
Peluang untuk lolos dari fase grup sebenarnya cukup besar. Sebab dalam tiap pul, diambil pemuncak grup dan runner up. Sehingga modal satu kemenangan pun terhitung cukup aman.
Indonesia memulai laga dengan menghadapi Srilangka. Sempat terkejut di awal laga, karena salah satu pemain Srilangka sempat bermain di Liga Voli Swiss. Sehingga permainannya pun luar biasa.
Namun  dengan bekal kepercayaan diri, kekalahan pada gim pertama mampu ditutup dengan tiga kali kemenangan. Walhasil, Indonesia membekap Srilkangka 3-1.
Laga kedua melawan Bahrain terhitung paling berat. Sebab Bahrain menjadi salah satu kekuatan Asia dalam cabang oleh raga voli. Maka strategi khusus perlu disiapkan. Sebab kemenangan atas Bahrai akan menempatkan Indonesia di puncak klasemen akan terhindar dari musuh berat.
Pertandingan berjalan seru. Kali ini Farhan Halim dan kawan-kawan benar-benar menemukan lawan berat. Jauh berbeda dengan saat bermain di SEA Games 32 yang lalu. Bahrain menunjukkan bahwa mereka adalah kekuatan Asia.
Walhasil gim pertama mampu dimenangkan Indonesia meski harus melalui setting. Skor yang tersaji, 33-31. Gambaran betapa sengitnya pertandingan. Serangan dan pertahanan keduanya sama-sama diuji.
Bergeser ke gim kedua, Bahrain mampu melakukan come back dengan baik. Mereka berhasil merebut gim kedua. Bahkan berlanjut hingga gim ketiga. sehingga skor 2-1 pun menjadi milik Bahrain. Dengan demikian, Bahrain hanya membutuhkan satu kemenangan.
Kehebatan dan tebalnya mental Farhan Halim dan kawan-kawan terlihat di gim keempat. Dalam posisi tertekan, mereka mampu membalik keadaan. Semangat Bahrain yang tengah menyala, mampu dipadamkan. Indonesia menutup gim keempat 25-23, sekaligus memaksakan setting.
Amukan Farhan Halim dan kawan-kawan ternyata tidak berhenti sampai di sini. Situasi terguncang para pemain Bahrain, mampu dimanfaatkan dengan baik. Farhan Halim dan kawan-kawan menutup gim kelima dengan angka 15-11. Kemenangan ini membuka sejarah baru bahwa mereka layak bermain di level Asia.