Langit siang ini mendung, seolah menyimpan sesuatu. Seusai salat Dzuhur saya berdiri di depan pintu rumah, merapikan pakaian dan memeriksa KTP dan segala sesuatu yang sudah dipersiapkan dari semalam ke dalam saku.Â
Pikiran saya melayang ke artikel yang saya tulis semalam, tentang dilema DPT yang sempat membuat saya ragu untuk mencoblos. Tapi hari ini, keraguan itu harus saya tepiskan.
Dengan semangat dan harapan, saya melangkah ke TPS 045 yang berjarak hanya beberapa langkah dari rumah. Langkah saya pelan, ditemani gemuruh awan yang mulai mendekat.Â
Ditemani awan kelabu dan gemuruh petir dari kejauhan ada sebuah pertanyaan: Apakah prosesnya akan mudah? Ataukah saya akan menghadapi kendala lain?
Proses yang Mengejutkan: Demokrasi Itu Sederhana
Ketika sampai di meja pendaftaran, petugas hanya meminta KTP asli dan fotokopiannya. Dengan beberapa tanda tangan dan senyum persetujuan dari mereka, saya pun langsung diarahkan ke bilik suara.
"Wah, ternyata semudah ini," batin saya sambil tersenyum lega. Dalam bilik itu, saya mencoblos nama calon yang menurut saya layak memimpin Bekasi dan Jawa Barat.Â
Tangan saya gemetar kecil, bukan karena ragu, tapi karena sadar betapa pentingnya momen ini. Hak saya sebagai warga negara sedang saya jalankan.