Selain itu anak harus diajari tentang tanggungjawabnya dirantai ekosistem. Misalnya setiap makan buah berbiji, bijinya jangan dibuang tapi harus ditanam. Alasannya, secara alamiah daging buah yang dimakan manusia sejatinya adalah nutrisi yang dibutuhkan biji untuk tumbuh.
Sebagai tanggung jawab ekosistem karena memakan buah yang mengandung biji, orang tua dan juga anak harus menyimpannya untuk ditanam di lahan yang ada. Kalaupun tidak punya lahan kita bisa membuat pembibitan dengan polibag.
Kalaupun tidak memungkinkan juga maka, taruhlah benih-benih itu di tanah yang memungkinkan biji tersebut tumbuh. Mungkin saja kalau dibayangkan gaya hidup semacam ini sangat merepotkan dan sangat mengganggu. Namun, harus diyakini juga, tindakan ini adalah bentuk pertanggung jawaban manusia hidup di ekositem Bumi. Saling berbagi juga saling memahami antar makhluk hidup.
Sampai saat ini ilmuwan belum menemukan secara pasti planet sebaik Bumi yang mampu menyokong kehidupan manusia. Maka tak ada cara lain untuk merawat Bumi ini selain mengubah gaya hidup manusia untuk selaras dengan alam. Merawat alam adalah tanggung jawab manusia karena manusia bukan pemilik alam, manusia hanya bagian dari alam. Prinsip hidup itu yang harus dipahami anak sebagai pewaris kehidupan spesies manusia pada masa depan.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana. Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI